free hit counters
 

Tanggapan Jawaban "Ustadz Menjawab" Soal Hipnotis

Teddi Prasetya Yuliawan – Jumat, 11 Desember 2009 10:51 WIB

Assalamualaikum wr. wb.

Terima kasih pada Era Muslim yang telah bersedia memuat tulisan ini.

Saya baru saja membaca jawaban Ustadz Menjawab tentang pertanyaan soal hipnotis. Dikatakan bahwa hipnotis itu haram, karena dalam penjelasannya Ustadz mengatakan bahwa hipnotis adalah sebuah cabang dari ilmu perdukunan.

Saya ingin mengklarifkasi, sebagai seorang praktisi hipnosis, bahwa jawaban tersebut salah kaprah. Ilmu hipnosis adalah pure science, dan jauh dari ilmu perdukunan. Ilmu ini sudah menjadi bahan kajian di dunia psikologi dan kedokteran sejak puluhan tahun lalu, dan sudah diakui oleh berbagai asosiasi medis dan psikologi sebagai salah satu metode terapi yang efektif.

Sementara itu, tidak bisa dipungkiri bahwa hipnosis memang cenderung dilabeli secara negatif akibat pertunjukan di media. Padahal, berbagai pertunjukan tersebut, meskipun memang memanfaatkan fenomena hipnosis, amat jauh dari gambaran yang sebenarnya tentang ilmu ini. Untuk lebih detil, silakan menyimak tulisan saya di link ini: http://indonesianlpsociety.org/?p=68.

Kondisi terhipnosis, atau yang biasa disebut dengan trance, adalah sebuah kondisi kesadaran saat gelombang otak mengalami perubahan aktivitas dari beta (kondisi kesadaran normal) ke alfa hingga delta. Nah, kondisi seperti ini terjadi hampir begitu sering dalam keseharian kita, yaitu saat kita sedang merasakan kondisi sangat terfokus seperti membaca, menonton, merenung, bersantai, termasuk saat khusyuk beribadah. Maka dari itu, sebenarnya istilah hipnosis, yang berarti tidur, memang sebenarnya sudah tidak relevan lagi, karena orang yang dihipnosis tidak harus dalam kondisi tidur. Hanya karena istilah ini sudah begitu populer maka memang masih terus digunakan.

Dalam praktiknya, tidaklah benar bahwa dalam kondisi hipnosis seseorang merelakan dirinya atau pikirannya dikendalikan oleh orang lain. Sebab, telah jamak diketahui bahwa ‘every hypnosis is self hypnosis’. Orang yang dihipnosis sebenarnya memang memberikan izin untuk dihipnosis, alias dia menghipnosis dirinya sendiri dengan bantuan seorang praktisi hipnosis. Maka kejadian yang ada di pertunjukan sejatinya sudah disetting untuk sebuah pertunjukan.

Demikianlah secuplik penjelasan dari kami. Semata2 agar Era Muslim sebagai media rujukan umat dapat menginformasikan berbagai hal yang akurat dari ahlinya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Teddi Prasetya Yuliawan

 

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Terima kasih atas tanggapan dan penjelasannya. Hal ini akan kami perdalam lagi hal-hal seputar masalah hipnotis.

redaksi

Suara Pembaca Terbaru

blog comments powered by Disqus