free hit counters
 

Who Are ISIS ?

Redaksi – Sabtu, 21 Sya'ban 1435 H / 21 Juni 2014 08:23 WIB

isis1Oleh : Muhammad Yusron Mufid*


Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan aksi heroik takluknya penjara Abu Ghraib di Irak ditangan sekelompok orang dan membebaskan ribuan tahanannya. Penjara Abu Ghraib yang terkenal sadis dan diluar kemanusiaan dalam memperlakukan tawanan terutama lawan politik Amerika dengan penjagaan yang ketat tak mampu membendung aksi sekelompok orang ini. Dunia -khususnya barat- tersadar bahwa ada kekuatan terstruktur yang sedang membesar di wilayah Irak. Belakangan diketahui bahwa aksi heroik tersebut dilakukan oleh kelompok yang menyebut dirinya Islamic State Iraq and Syam (ISIS). Siapakah mereka dan bagaimana latar belakang kemunculannya ?


ISIS adalah negara baru yang terbentuk akibat perang Suriah -meskipun belum dapat pengakuan dari negara lain-. Sejak runtuhnya pemerintahan Islam Turki Utsmani pada tahun 1924 umat Islam berada dalam kehinaan dibawah ketiak pemerintahan selain Islam. Islam hanya disimpan banyak-banyak dikepala, kitab-kitab usang, terpojok disudut-sudut masjid tanpa bertransformasi dalam realita kehidupan. Berbagai upaya dilakukan oleh para Mujahid dan Ulama untuk mengembalikan identitas Negara Islam. Salah satu upayanya adalah di era Jihad Afghanistan, banyak mujahid dari seantero negeri berkumpul melawan invasi Soviet pada tahun 1980an. Umat Islam mulai bangun dari tidur dan turun ke medan jihad untuk menyongsong kejayaan yang dijanjikan.

Pada tahun 2003 Amerika datang untuk pamer otot melawan tentara diktator Saddam Hussein dengan dalih karena mengembangkan senjata pemusnah massal -meskipun tidak terbukti-. Tak pandang bulu mesin perang Amerika justru menjadikan anak-anak dan penduduk sipil tak bersenjata sebagai korban. Tentara Saddam Husein memang dengan mudah ditaklukkan. Tapi banyak dari penduduk Irak yang tidak terima tanah airnya dijajah. Atas dasar itu dibentuklah kelompok-kelompok perlawanan. Kelompok-kelompok ini awalnya hanya kecil terdiri dari kurang 20 orang dan perlawanan dilakukan secara sporadis sehingga mirip aksi-aksi individu saja. Jumlah kelompok kecil ini kian menjamur sehingga untuk mengorganisir perlawanan dibentuklah Majelis Syuro Mujahidin yang diketuai oleh Abu Mush’ab Az Zarqawy.

Dengan izin Allah keberadaan Majelis Syuro Mujahidin semakin memperkuat barisan perlawanan. Hingga suatu saat Allah menganugerahkan kabar gembira untuk kaum Muslimin dengan diproklamasikannya Daulah Islam Irak pada tahun 2006 dibawah kepemimpinan Abu Umar Al Baghdadi. Disisi lain pemerintahan AS dan sekutu sedang mempersiapkan sebuah pemerintahan transisi yang demokratis. Setelah melalui proses demokratis maka pemerintahan Irak dikuasai Syiah dibawah presidennya Nouri Al Maliki. Tetapi kaum muslimin sudah mengukuhkan identitas dan jati diri mereja sendiri yaitu dengan Islam tepatnya dengan proklamasi Negara Islam Irak.

Pada awal-awal masa kepemimpinannya, Daulah Islam Irak masih kesulitan bergerak karena masih bercokolnya tentara AS dan sekutu. Tapi dengan teguh dan sabar para mujahidin terus membina dan menyadarkan masyarakat untuk kembali kepada Islam dan menanamkan kecintaan mereka terhadap Jihad sekaligus memperkokoh struktur pemerintahan. Hingga pemimpin mereka Abu Umar Al Baghdadi menemui kematian -semoga syahid- ditangan musuh.

Bagaimanapun, sesulit apapun kondisinya estafeta misi risalah tidak boleh berhenti, maka beralih lah kepemimpinan ke tangan Abu Bakar Al Baghdadi. Orang ini lah yang akan menjadi monster menakutkan bagi AS dan sekutunya di timur tengah khususnya Irak dan Syam. Sepanjang informasi, Abu Bakar Al Baghdadi adalah seorang akademisi dan khatib ternama lulusan Universitas Islam Baghdad. Beliau pernah ditahan militer AS kemudian dibebaskan. Tapi siapa sangka setelah dibebaskan ia justru kini kepalanya menjadi paling diburu oleh militer Negara superpower tersebut. Pasukan AS sendiri angkat kaki dari Irak pada tahun 2011 setelah merasa pemerintahan boneka pengganti (Syiah) siap menggantikan kedudukannya. Irak porak poranda tanpa ada bukti keberadaan senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan AS dalam motif penyerangannya.

Daulah Islam Irak sendiri memiliki beberapa misi perjuangan diantaranya adalah menegakkan tauhid dan menghancurkan kemusyrikan, menegakkan Hukum Allah dan mengembangkan senjata. Dengan izin Allah pasca kedudukan militer AS angkat kaki. Daulah Islam Irak kian berkembang pesat. Daulah Islam Irak benar-benar menemukan momentumnya ketika perang revolusi turut pecah di Suriah. Saat itu diputuskan pasukan Daulah Islam untuk membantu saudara sesama muslim di Suriah untuk melawan rezim Syiah Nushairi pimpinan Bashar Al Assad. Dengan izin Allah para mujahidin berhasil melakukan berbagai penaklukkan di wilayah Suriah hingga menyatulah bagian negara Suriah dan Irak dalam kontrol Daulah Islam. Atas dasar itu, maka Daulah Islam Irak dengan amirnya Abu Bakar Al Baghdadi menyatakan perluasan wilayah dengan memproklamasikan berdirinya Islamic State Iraq and Syam (ISIS) pada tahun 2013 dan diresmikan kota Raqqah yang terletak di Suriah dekat perbatasan Turki sebagai Ibukotanya.

Perlahan tapi pasti ISIS terus memperkokoh identitasnya. Bulan Juni tahun 2014 dunia dikejutkan dengan penaklukkan kilang minyak Baiji dan Kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua setelah Baghdad dan merupakan salah satu aset kekayaan pemerintahan Irak. Konon, rampasan perang yang diperoleh dari penaklukkan itu membuat ISIS menjadi kelompok perlawanan terkaya didunia. Secara berturut-turut daerah-daerah lain seperti provinsi Anbar, Kota Tikrit (Kota Kelahiran Saddam Husein),  Provinsi Nineveh, Propinsi Diyala hingga setengah wilayah Irak dikuasai oleh kelompok ini. Kini, ISIS sedang bergerak menuju pusat pemerintahan dan kota suci Syiah di kota Baghdad dan Karbala. Pemerintahan berhala demokrasi dan tempat suci kaum kafir syiah Iran diambang kejatuhan. Hal ini membuat Iran dan AS harus turun tangan untuk mengamankan kepentingannya.

Akankah keberadaan ISIS akan menjadi cikal bakal kedigdayaan Islam akan muncul kembali ? Allah lebih tahu tentang masa depan ketimbang kita. Yang jelas, dakwah sejatinya adalah perpaduan antara pemikiran dan senjata, tulisan dan anak panah, lisan dan senapan, retorika dan kekuatan militer. Sunatullah menunjukkan bahwa kebathilan yang didukung kekuatan materi tidak akan takluk hanya dengan khutbah di mimbar-mimbar dan penjelasan panjang lebar mendetail. Jika hanya dengan itu alangkah mudahnya dakwah Islam, tapi kenyataannya sejarah menunjukkan tidaklah demikian. Kita tidak bisa mengubah kekuataan materi hanya dengan penjelasan memukau sebagaimana pula kita tidak bisa mengubah hati seseorang dengan kekuatan materi. Itulah sebabnya mengapa dahulu Rasulullah tak hanya berdakwah kepada masyarakat Quraisy tapi juga membentuk dan mengokohkan struktur terorganisir di setiap fase-fasenya hingga tegaknya sebuah identitas negara Islam di Madinah. Sebagai sesama muslim yang ibarat satu tubuh, marilah kita berdoa :

“Ya Allah pemilik segala kekuatan, jika keberadaan ISIS adalah benar di dan berada di jalan yang engkau Ridhoi maka terangkanlah kepada kami dan berikan kami kekuatan untuk mendukungnya dengan segenap yang ada pada diri kami. Teguhkanlah dan berilah kesabaran kepada mujahid-mujahidnya. Menangkanlah misi dan ideologinya diatas ideologi kafir. Tetapi jika keberadaan ISIS adalah bathil, maka hancurkanlah sehancur-hancurnya. Cerai beraikanlah persatuannya dan terangkanlah tipu muslihatnya kepada kami”

“Sesungguhnya engkau tahu, bahwa hati-hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cintaMu. Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalanNya. Terangilah dengan cahayamu yang tiada pernah padam, ya Robbi bimbinglah kami. Lapangkanlah dada kami dengan karunia Iman dan indahnya tawakal padaMu. Hidup dengan Ma’rifatmu matikan dalam syahid dijalanMu, Engkaulah pelindung dan pembela”

Aamiin. Wallahua’lam

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan beramal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridhoi-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tidak menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (Janji) itu mereka itulah orang-orang yang fasik (Q.S. An Nur : 55)

*Mahasiswa Semester 6 Universitas Gadjah Mada

Suara Pembaca Terbaru

blog comments powered by Disqus