free hit counters
 

Mengenal Tanda-Tanda Kiamat agar Selamat Dunia Akhirat

Kiamat atau sering disebut hari akhir dari kehidupan manusia di dunia. Sebagai umat Islam, harus meyakininya karena termasuk salah satu rukun iman. Di sisi lain, penting juga untuk mengetahui dan mempelajari tanda-tanda kiamat agar dapat mempersiapkan diri sebelum tiba waktunya.

Mengenal Hari Kiamat

Merupakan hari akhir yang diawali dengan meninggalnya manusia dan memasuki alam kubur. Setelah itu, akan dibangkitkan untuk kemudian dikumpulkan di padang Masyhar. Di sini, manusia akan ditetapkan hujjah (bukti) yang menyelamatkan diri mereka atau sebaliknya.

Hal ini sesuai dengan ayat Al-Quran yaitu Al-Baqarah ayat 8. Menjelaskan tentang termasuk seseorang yang beriman, ketika ia percaya akan datangnya hari akhir ini.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ

 “Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

Di dalam Al-Quran, hari kiamat sering disebut yaitu “yaumul qiyamah” atau hari kebangkitan, as-sa’ah atau waktu, dan al-akhirah atau penghabisan. Selain itu, menurut Umar Sulaiman al-Asyqar dalam bukunya Al-Yaumul Akhir Qiyamah Kubra menyebutkan bahwa ada 22 sebutan lain dari hari akhir tersebut.

Kiamat menjadi salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh umat Islam. Yaitu percaya bahwa hari akhir tersebut akan datang dengan tanda-tanda tertentu menurut Al-Quran dan hadits, meskipun waktu pasti kedatangannya pun tidak diketahui oleh siapapun.

Ilustrasi bumi hancur, gambaran kiamat

Kapan akan terjadi Kiamat?

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan pastinya akan terjadi kiamat. Karena hal itu hanya diketahui oleh Allah SWT saja. Sekalipun Rasulullah, juga tidak tahu mengenai hal tersebut. Namun, akan ada tanda-tanda yang dimunculkan sebelumnya.

Dalam Al-Quran dan Hadits  banyak yang membahas kiamat yang juga tidak pasti waktunya, namun hanya menampilkan beberapa tanda-tandanya saja. Seperti dalam surat Muhammad ayat 18 yang menyatakan bahwa boleh jadi kedatangannya sudah dekat yang diperkuat dengan hadits riwayat Muslim.

فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۚ فَقَدْ جَاۤءَ اَشْرَاطُهَا ۚ فَاَنّٰى لَهُمْ اِذَا جَاۤءَتْهُمْ ذِكْرٰىهُمْ

“Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?”

Ada pula beberapa hadits tentang kedatangan hari kiamat. Salah satu hadits diriwayatkan oleh Bukhori Muslim menjelaskan bahwa kiamat akan datang kepada seburuk-buruknya manusia. Yaitu orang-orang Jahiliyah yang sudah tidak mau lagi menyebut nama Allah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلَى شِرَارِ النَّاسِ ». (رواه مسلم) ـ

Nabi bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi kecuali kepada manusia paling buruk.” (HR Muslim)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/103787/kapan-hari-kiamat-itu-tiba

Beberapa Tanda-tanda Kiamat

Allah pun tidak mendatangkan kiamat tanpa pemberitahuan, meskipun kedatangannya tidak ada yang mengetahui kapan pastinya. Sebelum hari akhir terjadi, terdapat beberapa pertanda yang sudah dijelaskan di Al-Quran dan hadits.

Tanda-tanda tersebut terbagi menjadi dua secara garis besar yaitu kiamat sugra atau tanda kecil dan awal dari kerusakan di muka bumi. Kedua ialah kiamat kubro, dimana ini merupakan akhir dari kehidupan manusia di dunia.

Tanda Kiamat Sugra

Kiamat sugra sering diartikan dengan terjadinya tanda-tanda akhir jaman yang terjadi dalam waktu lama. Beberapa pertanda saat ini telah terjadi dan bahkan dianggap biasa saja. Hal tersebut merupakan permulaan dari kiamat kubro.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.” (Al Quran surat Al-A’raf ayat 187)

Tanda-tanda kiamat sugra pun sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad yang berlanjut hingga saat ini. Beberapa disadari oleh umat Islam sebagai teguran dari Allah atas perbuatan mereka. Berikut beberapa contoh dari kiamat kecil yang dapat direfleksikan dari kehidupam sehari-hari.

1. Berlomba Membuat Bangunan Tinggi

Dewasa ini banyak orang-orang yang berlomba membuat bangunan tinggi dengan berbagai tujuan. Ternyata hal tersebut merupakan salah satu ciri kiamat kecil yang dianggap biasa saja. Padahal, hal tersebut menunjukkan akan sifat berlebih-lebihan serta kesombongan.

Selain membuat bangunan tinggi, saat ini orang-orang pun berlomba untuk menghias bangunan masjid namun tidak meramaikannya. Sehingga, itu hanya menjadi kebanggaan di luar semata namun tidak berjalan sesuai dengan fungsinya

2. Waktu Berjalan Semakin Cepat

Banyak orang yang merasa bahwa waktu berlalu begitu cepat, padahal setiap hari tetap terjadi selama 24 jam. Hal ini karena kebanyakan manusia sudah menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bersifat duniawi. Seperti bekerja tak kenal waktu apalagi melupakan ibadah.

اَزِفَتِ الْاٰزِفةُ ۚ

Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat”

Kemudian banyak orang mengeluh bahwa waktu berlalu begitu cepat, namun itu semua karena orang-orang tidak menggunakan waktunya dengan seimbang. Hal itu juga menjadi sebab akan kelalaian dalam beribadah, yang mana sebenarnya merupakan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak.

3. Semakin Banyaknya Orang Berbuat Kejahatan dan Sebaliknya

Ditandai dengan semakin merajalelanya kejadian pembunuhan, pencurian dan berbagai tindakan kejahatan lainnya. Ini karena, jarang sekali ditemui orang-orang berbuat kebaikan kepada sesamanya. Kebanyakan mereka memiliki sikap acuh tak acuh.

Kebaikan menjadi hal langka karena terlalu seringnya terjadi kejahatan. Bahkan, kemudian dianggap biasa dan mudah untuk dilakukan tanpa ada beban moral setelah melakukannya. Hal ini menjadikan kehidupan antar masyarakat pun dapat terganggu.

4. Pria Menyerupai Wanita dan Sebaliknya

Semakin banyak pria lebih suka berpenampilan tidak seperti kodratnya namun seperti lawan jenisnya, begitu pula sebaliknya para wanita seperti laki-laki. Bahkan, parahnya tidak segan-segan hingga mengubah jenis kelaminnya yang telah ditentukan oleh Allah.

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ

“Laki-laki tidaklah seperti perempuan. [Ali Imrân/3: 36]”

Saat ini juga telah merajalela golongan lesbian dan homo yang semakin berani menampakkan keberadaannya. Hal ini dapat juga diawali dari ketidakpuasan seseorang terhadap kodratnya sebagai laki-laki maupun perempuan, sehingga mencari kenikmatan dengan cara yang salah.

5. Banyak Orang Menyia-nyiakan Amanah

Dalam hal ini, sebagai contohnya adalah para pemimpin yang lalai dengan tugasnya terhadap bawahan atau bahkan rakyat. Sebagai pemegang amanat, sering kali tergoda dengan kemewahan dan kemudahan dari jabatannya sehingga melupakan kewajibannya.

Selain di kalangan pejabat, penyelewengan amanat juga bisa terjadi di kalangan keluarga, seperti misalnya orang tua yang tidak merawat dan mendidik anaknya dengan baik. Karena anak pun juga amanat dari Allah SWT.

6. Banyak Terjadi Fitnah

Fitnah yang terjadi bisa kepada seseorang bahkan pada suatu kaum ataupun umat. Dampaknya dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Lebih parah lagi dapat menyebabkan perpecahan antar kelompok ataupun umat.

بَلْ كَذَّبُوْا بِالسَّاعَةِۙ وَاَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيْرًا

“Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat. (Surah Al-Furqān Ayat 11)”

Fitnah tersebut datang dari berbagai arah bahkan dapat pula berasal dari dalam kelompok sendiri. Hal ini sejalan dengan salah satu tanda kiamat sugra yaitu banyak terjadinya kejahatan termasuk saling menuduh dan menebar kabar tak benar.

7. Meninggalnya Orang-Orang Saleh dan Berilmu

Orang-orang yang memiliki ilmu, baik agama maupun konvensional akan dipanggil terlebih dahulu dengan meninggalkan umat yang belum tau akan suatu pengetahuan. Hal ini juga sebagai salah satu tanda kiamat, yaitu tercabutnya ilmu di kalangan umat manusia.

Dalam hal ini, para ulama yang biasanya dijadikan rujukan pendapat atas suatu masalah atau beliau telah mendedikasikan dirinya untuk kebaikan bersama, akan dipanggil satu persatu sebagai peringatan kepada umat setelahnya akan datangnya kiamat sugra.

8. Terjadinya Bencana Alam dan Wabah Penyakit

Banyak terjadinya bencana alam serta wabah penyakit merupakan ciri dari kiamat kecil yang dampaknya bisa terlihat secara langsung. Kerusakan dan kerugian pun akan mengikuti setelahnya. Manusia dijadikan tak berdaya dalam waktu sekejab melalui hal-hal tersebut.

Selain disebut sebagai ciri kiamat sugra, bencana alam dan wabah penyakit pun menjadi tanda dari hasil perbuatan manusia selama di bumi. Hal-hal tersebut juga teguran dari Allah sebagai media introspeksi diri atas apa yang telah diperbuat selama di dunia ini.

9. Wanita Berpakaian Tapi Sekaligus Telanjang

Saat ini, sudah banyak sekali para wanita yang berpakaian namun seperti telanjang. Yaitu, mereka yang menggunakan pakaian terlalu ketat sehingga menampakkan bentuk lekuk tubuhnya. Selain itu, baju yang dikenakan pun tak jarang malah menampakkan auratnya.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Lebih parahnya lagi, saat ini para wanita justru lebih bangga berpakaian dengan menampakkan auratnya daripada menutupinya. Serta menganggap aneh pada para muslimah yang berusaha keras untuk melakukan sebaliknya.

10. Semakin Maraknya Riba

Riba merupakan salah satu dosa besar yang tidak disukai oleh Allah, karena di dalamnya terdapat kecurangan yang tentunya merugikan salah satu pihak. Allah pun lebih menyukai transaksi jual beli biasa tanpa ada kecurangan meskipun untung yang didapat hanya sedikit.

Sayangnya, saat ini praktik riba justru tumbuh subur bahkan saling berlomba-lomba. Juga dikemas dalam bentuk semenarik mungkin hingha tak terlihat bahwa itu adalah salah satu kegiatan yang berujung dosa, bahkan dapat mendatangkan murka dari Allah SWT.

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah Ayat 275)

Masih banyak lagi contoh dari kiamat sugra yang dapat ditemui di sekitar kita. Meski sudah tampak, namun keberadaan atau kejadiannya tidak dapat dijadikan patokan bahwa kiamat akan segera terjadi karena hal-hal tersebut sudah terjadi sejak lama bahkan sejak sebelum Rasulullah lahir.

Tanda Kiamat Kubro

Kiamat kubro merupakan tanda bahwa kehidupan di dunia akan berakhir. Pertanda yang muncul lebih dahsyat dan berdampak lebih parah daripada kiamat sugra. Karena merupakan akhir zaman, maka ciri-cirinya bersifat merusak dan menghancurkan seperti munculnya Dajjal.

قُلِ اللّٰهُ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَارَيْبَ فِيْهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Katakanlah, “Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Kerusakan yang terjadi pun lebih kepada kehidupan manusia dengan bertujuan untuk menyeleksi sekelompok orang kafir dan mukmin. Meski begitu, Allah SWT tetap menurunkan pertolongan melalui turunnya Nabi Isa AS. Berikut penjelasan mengenai tanda kiamat kubro:

1. Munculnya kabut atau Dukhan

Dari kitab karya Al Allamah al Khozin, menjelaskan saat Hudzaifah bertanya kepada Rasul apa yang dimaksud dengan Dukhan, maka Rasul pun membacakan sebuah ayat yang memiliki arti “Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata”.

Dari ayat tersebut, asap akan memenuhi sisi timur dan barat dalam waktu 40 hari 40 malam. Untuk orang mukmin, efeknya akan seperti saat terkena influenza sedangkan bagi kalangan kafir menjadikan mereka bagaikan orang mabuk dengan asap keluar dari hidung, telinga dan duburnya.

2. Munculnya Dajjal

Kemunculan dajjal menjadi salah satu tanda-tanda kiamat kubro yang paling ditakuti oleh umat Islam. Karena kemunculannya menyebabkan kehancuran bagi seluruh umat. Ia akan menyebarkan fitnah yang kejam dengan akibat memecah belah bahkan merusak suatu kaum dengan mudahnya.

Ada pula hadits yang membahas mengenai ciri-ciri dari dajjal yaitu, penglihatannya buta pada sebelah kanan. Seperti buah anggur menggantung serta terdapat tulisan “kafaro” pada keningnya.

=> BACA JUGA: Siapakah Dan Apakah Dajjal?

3. Munculnya Dabbah atau Binatang Melata

Dalam kitab karya al-Allamahiriwayatkan diriwayatkan dari Ats-Tsa’labi dari Hudzaifah menjelaskan bahwa Dabbah adalah binatang melata berasal dari masjid yang paling dimuliakan oleh Allah.

إِنَّ أَوَّلّ الْآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا

“Sesungguhnya tanda-tanda (kiamat) yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari arah tenggelamnya (barat) dan keluarnya binatang melata kepada manusia pada waktu dhuha, yang mana saja dari keduanya terjadi terlebih dahulu maka yang lainnya menyusul sesaat setelahnya” (H.R. Muslim no 7570).”

Ia akan muncul dari bukit Safa ketika Nabi Isa AS melakukan thawaf. Dabbah dicirikan dengan kepala yang mengkilat serta berbulu halus dan kasar. Binatang ini akan menandai para mukmin seperti bintang kejora dan orang kafir dengan noktah tiga.

4. Terbitnya Matahari dari Barat

Salah satu ciri kiamat kubro adalah terbitnya matahari dari barat bukan dari timur. Hal ini didukung dengan sabda Rasulullah yaitu, kiamat tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah barat. Apabila orang-orang melihatnya maka semua orang di atasnya termasuk yang beriman.

Ada pula hadits yang menjelaskan bahwa penyebab matahari terbit dari barat adalah, ketika matahari meminta izin untuk terbit setelah ia terbenam namun tidak diperbolehkan. Sehingga ia pun kembali ke tempat semula ia tenggelam yaitu dari sebelah barat.

5. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang akan melakukan kerusakan dan hal-hal yang keji di muka bumi selain dajjal. Mereka akan memakan apapun tanaman dan makanan yang ditemui serta menghabiskan seluruh isi dari air danau Thabariyah hingga tak bersisa.

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam surat Al Kahfi ayat 94 mengenai keberadaan Ya’juj Ma’juj yang akan muncul sebagai tanda dari akhir zaman.

قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

“Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?”

? BACA JUGA: Apakah Ya’juj dan Ma’juj adalah Zionisme saat ini?

6. Munculnya Isa bin Maryam

Nabi Isa AS akan turun ke muka bumi sebagai penolong bagi umat manusia yang tengah menghadapi kehadiran Dajjal serta Ya’juj Ma’juj. Beliau akan menjadi penengah di kala fitnah merajalela dan menyelamatkan dari berbagai kerusakan yang terjadi.

Nabi Isa akan mendatangi orang-orang yang dilindungi Allah dari Dajjal dan mengusap wajah mereka serta mengabarkan derajatnya di surga kelak. Maka turunnya Nabi Isa menjadi salah satu tanda akan datangnya kiamat.

Terdapat tanda lain, seperti munculnya gerhana di tiga tempat yaitu wilayah timur, barat dan jazirah Arab. Ini dimaksudkan bahwa bumi mulai tenggelam. Selain itu, akan terjadi gempa yang sangat hebat berakibat rusaknya tempat tinggal manusia secara bersamaan.

7. Munculnya Api dari Yaman

Api yang dimaksud ialah api ‘Adn dengan penggambaran besar serta menakutkan. Tidak ada seorang pun mampu memadamkannya. Ia akan menggiring manusia ke padang Masyhar sebagai salah satu tahapan menuju masa penghitungan amal.

Manusia digiring ke padang masyhar adalah orang-orang kafir yang masih hidup, sedangkan kaum mukmin akan meninggal sebelum sangkalala ditiup. Setelah itu, mereka semua akan dikumpulkan untuk ditentukan menghuni surga atau neraka.

Tidak Ada Kepastian Waktu Kapan Terjadinya Kiamat

Ada beberapa perbedaan dalam urutan terjadinya kiamat kubro menurut beberapa ulama. Dalam hadits riwayat Imam Bukhori pertama kali yang akan terjadi adalah api yang menggiring manusia menuju tempat berkumpul. Namun, Imam Muslim menyatakan bahwa akan didahului dengan terbitnya matahari dari sebelah barat.



Adanya perbedaan tersebut bukan tanpa sebab, karena Rasul pun juga tak mengetahui secara pasti tentang kedatangan hari kiamat itu. Beliau berharap dengan memberikan jawaban berbeda-beda kepada sahabat yang bertanya tanda kiamat, agar tidak memikirkan hal tersebut terus menerus.

Maksud lain yang ingin disampaikan oleh Rasul pun agar para sahabat serta seluruh umat manusia tidak menghabiskan waktu hanya memikirkan tentang hari kiamat saja. Namun lebih kepada mempersiapkan diri menuju datangnya hari akhir karena hal itu lebih penting.

Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Fakhruddin Ar-Razi, bahwa ketidakpastian akan datangnya kiamat akan menjadikan hamba-Nya mempersiapkan diri lebih baik serta menghindarkan diri dari maksiat dan perbuatan yang dibenci Allah.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai tanda-tanda kiamat yang pasti akan terjadi. Sebagai umat Islam wajib mengimani akan datangnya hari akhir dengan memperhatikan pertanda dari Allah melalui berbagai kerusakan baik dari alam maupun dari kehidupan masyarakat.

Menuju Kehidupan Sejati Terbaru