free hit counters
 

Inilah Ragam Doa Nabi Sulaiman untuk Kehidupan Sehari-hari

Dalam Islam, tentu sudah banyak yang tahu jikalau Allah SWT tidak menyebarkan agama tersebut begitu saja. Ia mengutus beberapa orang terpilih, agar seluruh umat bisa mendapatkan hidayah-Nya. Salah satunya, melalui doa Nabi Sulaiman AS, dimana hal itu juga tertuang dalam Al-Qur’anul-Karim.

Sepenggal Kisah Nabi Sulaiman AS

Bagi umat Islam, Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai utusan Allah SWT yang mampu berkomunikasi dengan hewan dan bangsa jin, Beliau juga memiliki sifat bijaksana serta adil. Putra Daud tersebut juga merupakan pewaris tahta kerajaan sang ayah, dimana Ia dikaruniai kecerdasan tinggi sejak lahir.

Banyak sekali kisah yang mengiring perjuangan Nabi Sulaiman dalam menyebarkan Agama Allah. Salah satunya ialah ketika beliau berhasil menundukkan Ratu Balqis sebagai penguasa termahsyur saat itu. Namun, semua orang di sana belum menyembah Allah, namun kisah ini begitu legendaris.

Akhirnya, beliau meminta bantuan Burung Hud-hud untuk mengantarkan surat pada Ratus Balqis. Sang penguasapun kesana dan mau berserah diri kepada Allah SWT, terlebih setelah tahu Nabi Sulaiman AS mampu memindahkan singgasananya dari Negeri Saba’ ke Palestina dalam sekejap mata.

Kumpulan Do’a Nabi Sulaiman

Sebagai seorang hamba Allah SWT yang taat, Nabi Sulaiman tentu saja menjalankan segala hal dengan beberapa petunjuk dari-Nya. Semua itu, tentu tidak bisa datang sendiri. Ia memilih memanjatkan do’a-do’a pengiring agar dilancarkan segalanya.

Nabi Sulaiman AS, sama saja seperti hamba Allah SWT yang lain. Ia manusia dan juga memiliki permasalahan dalam hidupnya. Oleh karena itu, sebagai umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan do’a, amalan dari sang Putra Daud berikut ini.

1. Do’a Nabi Sulaiman AS dalam Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Sama seperti utusan lainnya, Nabi Sulaiman juga diberi karunia dari Allah SWT. Salah satu keistimewaan tersebut adalah kekayaan yang melimpah dan tidak dimiliki oleh lainnya. Hal tersebut membuatnya selalu bersyukur, seperti pada Surat An-Naml ayat 15 berikut:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.”

Do’a tersebut seringkali dipakai umat muslim untuk mensyukuri datangnya rezeki. Jadi, semuanya tidak bisa instan. Allah SWT pun juga bukan semata-mata menurunkan karunia ini begitu saja. Karena Nabi Sulaiman AS telah melewati berbagai rintangan sebelumnya.

2. Do’a Pembuka Rezeki dari Nabi Sulaiman AS

Sebagai hamba pilihan, Nabi Sulaiman AS juga pernah memanjatkan do’a dimana hanya Ia sendiri yang mampu. Beliau meminta sebuah kerajaan megah saat di Palestina dan tidak ada seorangpun bisa menandingi kemegahan istana, seperti tertuang pada Surat Shaad ayat 35 ini.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya, “Ia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

Hal ini masih ada kaitannya dengan keinginan Beliau mengajak Ratu Balqis agar meninggalkan agamanya jadi beralih menyembah Allah SWT. Nabi Sulaiman AS semata-mata melakukannya bukan dalam ajang pamer, namun memberitahu bahwa beginilah kekuasaan Tuhannya.

Ratu Balqis sempat tidak percaya akan hal itu, karena Ia memerlukan perjalanan lama dari Saba’ ke Palestina hanya untuk melihat kemegahan istana Nabi Sulaiman AS serta singgasananya dipindah kesana. Karena bukti ini pula, penguasa tersebut mau tunduk kepada Allah SWT.

Tentang Kerajaan Nabi Sulaiman AS yang Tidak Bisa Dimiliki Siapa pun

Seperti yang telah dibahas di atas, Nabi Sulaiman AS berdo’a agar kerajaan serta kekayaannya tidak bisa dimiliki siapapun. Bahkan Rasulullah menjadikannya pegangan semasa hidup, dimana pernah diriwayatkan dalam Hadits Bukhari  berikut ini.

إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ البَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلاَةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي فَرَدَّهُ خَاسِئًا

 “Ada jin ifrit menampakkan diri kepadaku tadi malam, untuk mengganggu shalatku. Kemudian Allah memberikan kemampuan kepadakku untuk memegangnya. Aku ingin untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga pagi harinya kalian semua bisa melihatnya. Namun saya teringat doa saudaraku Sulaiman: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku.” Kemudian beliau melepaskan jin itu dalam keadaan terhina.” (HR. Bukhari 461 & Muslim 541).”

Singkat cerita, do’a Nabi Sulaiman AS ini juga menjadi pegangan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Ketika Beliau shalat, ada jin ifrit datang mengganggu. Ingin sekali Ia mengikatnya di tiang masjid agar orang-orang bisa melihat esok pagi. Namun, hal itu tidak dilakukan.

Hadits yang Berkaitan dengan Do’a Nabi Sulaiman AS di atas

Tapi, ada pula hadits yang berkata bahwa do’a tersebut hanya diturunkan kepada Nabi Sulaiman AS semata. Jadi, manusia bahkan Rasulullah SAW pun tidak bisa memiliki kerajaan semegah Putra Daud tersebut. Seperti dalam tafsir berikut.

والصحيح أنه سأل من الله تعالى ملكا لا يكون لأحد من بعده من البشر مثله

“Yang benar, Sulaiman memohon kepada Allah kerajaan yang tidak boleh dimiliki oleh manusia siapapun setelah beliau.” (Tasir Ibnu Katsir, 7/70).

3. Do’a Nabi Sulaiman AS agar Selalu Menjadi Hamba yang Bersyukur

Dengan kekayaan melimpah, kemegahan istana serta kecerdasan tidak tertandingi, Nabi Sulaiman juga memiliki rasa takut akan keimanannya. Beliau menganggap semua hal di atas mampu mengalihkan kecintaannya pada Allah SWT.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya, “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Ayat tersebut pernah diucapkan Nabi Sulaiman AS ketika beliau bersama pasukannya hendak pergi berperang. Namun di tengah perjalanan, mereka melintasi sarang semut. Hewan tersebut begitu ketakutan, karena badannya kecil dan rawan terinjak.

Karena Nabi Sulaiman AS mampu mendengar perkataan binatang serta begitu bersyukur akan karunia Allah SWT ini, beliau pun meminta ratu semut untuk memerintahkan koloninya masuk dalam sarang. Alhasil mereka bergegas pergi dan tidak terinjak.

4. Do’a Nabi Sulaiman untuk Menundukkan Hewan dan Mengusir Jin

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Sulaiman AS berupa kemampuan untuk bicara dengan hewan-hewan dan menundukkan para jin. Lebih tepatnya, hati makhluk-makhluk tersebut seperti tercantum dalam ayat ini.

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Artinya, Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS. An Naml : 30)

أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Artinya, Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri (QS. An Naml : 31)

Oleh karena itu, tidak heran kalau Nabi Sulaiman AS sering dijuluki sebagai rajanya segala makhluk karena semua ciptaan Allah SWT bisa patuh padanya. Namun, hal tersebut tidak membuat beliau tinggi hati serta kadang merasa ketakutan kalau melupakan Sang Kuasa.

Di jaman sekarang, bukan berarti do’a ini tidak berfungsi lagi. Biasanya, masyarakat membisikkan kalimat tersebut pada orang yang kesurupan. Tutup kedua jempolnya dan ulangi terus. InshaaAllah jin di dalam bisa keluar dengan sendirinya.

Hikmah dari Membaca Do’a Nabi Sulaiman AS

Allah SWT tidak mungkin menurunkan sesuatu secara sia-sia. Semuanya memiliki fungsi masing-masing. Seperti semua do’a yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS mengikuti segala kisahnya. Hal tersebut membawa hikmah tersendiri, seperti berikut ini.

1. Lebih Bersyukur akan Karunia Allah SWT

Ketika Anda telah berusaha dengan keras, lalu berdo’a pada Allah SWT, niscaya akan berangsur-angsur dikabulkan. Seperti mendapatkan rejeki melimpah, kesehatan, didekatkan jodohnya, diberi kepintaran lebih dan masih banyak lagi.

Nabi Sulaiman AS mengajarkan hal tersebut pada umat Islam agar senantiasa bersyukur terhadap karunia Allah SWT. Mengingat kalau semuanya hanya “pemberian” saja dan bisa diambil sewaktu-waktu.

2. Lebih Memahami Apa Arti Usaha

Kekayaan Nabi Sulaiman AS mungkin terkesan datang begitu saja ketika beliau meminta hal tersebut pada Allah SWT. Tapi, tahukah Anda kalau Sang Putra Daud tersebut juga mengalami hal berat sebelumnya?



Sama saja seperti manusia pada umumnya, meskipun memiliki mukjizat sebagai Nabi, beliau kerap mendapatkan masalah besar terkait umatnya dan ketika menyebarkan agama Islam. Oleh karena itu, kekayaan tersebut turun karena hasil kerja keras.

3. Lebih Menghargai Makhluk Allah SWT

Allah SWT tidak hanya menciptakan manusia saja di bumi. Ada beragam makhluk lain juga yang mengisinya, mulai dari hewan, tumbuhan, pegunungan, perbukitan, bahkan benda gaib sekalipun seperti jin, syetan hingga malaikat.

Mereka semua sama, sebagian memiliki perasaan dan lainnya punya nafsu. Oleh karena itu, Nabi Sulaiman AS mengajarkan untuk menghargai sesama. Jangan karena sudah ditakdirkan menjadi manusia, membuat diri sendiri jadi semena-mena.

Itulah tadi beberapa ulasana tentang do’a Nabi Sulaiman AS yang InshaaAllah bisa dipakai dalam mempermudah kegiatan sehari-hari. Ingat, semuanya hanya sebagai pengantar, dikabulkan atau tidak, hal tersebut tergantung dari Allah SWT.

Ringan Berbobot Terbaru