Sudharmono: Wapres Pilihan Soeharto yang Ditolak ABRI, Ahli Birokrasi dari Gresik
Eramuslim.com - Nama Sudharmono mungkin tak sepopuler Try Sutrisno atau Jusuf Kalla, namun kiprahnya dalam sejarah politik Orde Baru cukup penting. Wakil Presiden ke-5 Republik Indonesia ini adalah sosok yang sangat dipercaya Presiden Soeharto, namun sempat memicu ketegangan politik karena penolakannya oleh kalangan ABRI.
Lahir di Cerme, Gresik, Jawa Timur, pada 12 Maret 1927, Sudharmono mengawali karier militernya sebagai jaksa militer di Medan pada 1956, setelah lulus dari Akademi Hukum Militer. Sebelumnya, ia turut berjuang dalam perang kemerdekaan sebagai anggota Divisi Ronggolawe di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan pangkat awal kapten.
Sudharmono dikenal sebagai sosok yang rapi, teliti, dan ahli administrasi, karakter yang kemudian membawanya meniti jenjang karier birokrasi. Ia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara selama 16 tahun (1972–1988) dan sempat menjadi Menteri Dalam Negeri selama lima bulan. Pada 1983, Soeharto menunjuknya menjadi Ketua Umum Golkar—posisi strategis yang ia emban hingga 1988.
Puncak karier politik Sudharmono terjadi pada 11 Maret 1988, saat ia ditunjuk Presiden Soeharto untuk menduduki posisi wakil presiden. Namun, proses penunjukannya sempat memicu konflik dalam Sidang Umum MPR, karena sebagian peserta mendukung calon alternatif: Try Sutrisno, sosok yang lebih disukai ABRI.
Penolakan terhadap Sudharmono muncul karena latar belakangnya yang dianggap lebih sebagai birokrat ketimbang pemimpin militer lapangan, meskipun ia berpangkat Letnan Jenderal TNI. Meski demikian, Soeharto tetap mendorong agar Sudharmono terpilih sebagai wapres karena keahliannya mengelola urusan administrasi pemerintahan.
Setelah menjabat selama lima tahun (1988–1993), Sudharmono mengakhiri karier politiknya. Ia wafat pada 25 Januari 2006 dalam usia 78 tahun, setelah menjalani perawatan akibat infeksi paru-paru dan komplikasi lainnya di RS MMC Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, sehari setelahnya.
Sumber: intisari.grid.id