Suhu Indonesia Makin Panas, Ini Penyebabnya Kata BMKG
Eramuslim - Hari-hari belakangan udara di Jakarta dan sekitarnya terasa panas. Banyak warga mengeluhkan hal ini. Dan ini ternyata diakui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam Prospek Cuaca Mingguan, BMKG menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi cuaca panas, pada akhir April hingga 5 Mei. BMKG juga menghimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan menghindari paparan sinar matahari dalam durasi lama.
"Menghadapi kondisi cuaca yang lebih panas dalam beberapa hari ini, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan tetap menghidrasi diri dan menghindari terpapar sinar matahari dalam durasi lama," demikian himbauan BMKG dalam rilisnya kepada pers.
Penyebabnay adalah karena adanya proses konvektif yang tinggi pada pagi hingga siang hari akibat intensitas radiasi matahari yang meningkat. Jika pun terjadi hujan, umumnya bersifat tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat, namun dalam durasi singkat, yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Dinamika atmosfer pada periode ini, Bibit Siklon Tropis 99W terpantau berada di Samudra Pasifik utara Maluku Utara dengan kecepatan angin maksimum 15 knots, tekanan di pusat siklon 1008 hPa, dan pergerakan ke arah barat.
Bibit Siklon tropis 99W disebut bakal memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Maluku Utara dan Papua Barat Daya.
Hujan ini disertai dengan adanya gelombang tinggi 1.25 - 2.5 meter di Perairan P. Biak, Perairan Sarmi - Mamberamo, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Begitu pun dengan kombinasi antara berbagai gelombang, seperti: MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada beberapa wilayah.
Sebab itu, demikian BMKG, masyarakat diminta lebih menjaga kesehatan dan menghindari paparan langsung sorot matahari dalam waktu lama. [kk]