eramuslim

"Surat Palsu, Alamat Palsu, Orang Palsu", Politisi PKS Soroti Kades Kohod yang Diduga Palsukan Surat untuk Sertifikat Pagar Laut

eramuslim.com - Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), Mulyanto, menyoroti kasus dugaan pemalsuan akta terkait pagar laut yang tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.

Bareskrim Polri telah memeriksa 44 saksi dalam penyelidikan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan, pemalsuan akta diketahui telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga saat ini.

"Sampai saat ini kita sudah melaksanakan pemeriksaan kepada saksi sebanyak 44 orang. Dari pemeriksaan ini kita sudah mendapatkan peristiwa pemalsuan tersebut terjadi sejak tahun 2021 sampai dengan saat ini di desa Kohod kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro.

Pemalsuan ini diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Kohod, Arsin, dengan melibatkan pihak lain dalam prosesnya.

Mulyanto turut menyoroti kasus ini melalui unggahan di akun X pribadinya, menekankan temuan pemalsuan dokumen yang diungkap oleh Bareskrim.

“Bareskrim mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan, terlapor Arsin dkk membuat SURAT PALSU untuk mengurus pengakuan hak ke Kantor Pertanahan,” tulisnya, Selasa, 11 Februari 2025.

“Surat palsu, alamat palsu, orang palsu,” tambah politisi PKS itu.

Ia juga mendesak agar kasus pagar laut ini terus diusut hingga tuntas serta menyindir keputusan yang memberikan status proyek strategis nasional (PSN) kepada pihak swasta.

“#batalkanPSNPIK2
Swasta kok dikasih status PSN, mikir dong,” tuturnya.

(Sumber: Fajar)