eramuslim

Bersiap Kalah, Putin Siapkan Suaka Untuk Syiah Al Assad

FILE - In this Tuesday, Dec. 19, 2006 file photo, Vladimir Putin, Russian President, right, and his Syrian counterpart Bashar Assad smile as they shake hands in Moscow's Kremlin. In a few days' worth of opportunistic diplomacy, Vladimir Putin has revived memories of an era many thought long gone, where the United States and Soviet Union jostled for influence in a Middle East torn between two powers. Whatever happens with its proposal to relieve Syria of chemical weapons, Russia reemerges as a player in the region _ and one who does not easily abandon allies. That's meaningful in a region where America's dumping of Hosni Mubarak has emerged as a seminal moment _ and it may resonate with Iran, whose leaders are carefully watching the global chessboard as the clock ticks toward another showdown, over their nuclear program.(AP photo/RIA Novosti, Mikhail Klimentyev, Presidential Press service, File)

Eramuslim – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan bahwa dirinya siap untuk memberikan suaka bagi Presiden Syiah Bashar Al Assad, jika nantinya Assad dan Rusia akan kalah dalam perang melawan pejuang revolusioner di Suriah

Pernyataan ini dikatakan Putin dalam wawancaranya dengan surat kabar kenamaan bild Jerman pada hari Selasa (12/01) kemarin, menanggapi kondisi terkini di Suriah dan kawasan Timur Tengah lainnya.

“Terlalu dini untuk membicarakan mengenai suaka kepada Presiden Syiah Bashar. Sebelumnya kami telah memberi suaka kepada mantan Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden, beberapa tahun yang lalu, dan ini jauh lebih sulit daripada memberikan suaka kepada Assad rasanya,” jawab Putin.

Putin melanjutkan, “Kami berharap konflik di Suriah dapat berakhir dengan jalan damai melalui proses transisi demokrasi. Tentunya dengan ini Bashar Al Assad tidak perlu untuk meninggalkan Suriah,” seraya menekankan bahwa berkuasanya Assad atau tidak pada akhirnya tidak penting bagi Rusia.

Sementara itu ketika ditanya mengenai apakah dirinya setuju bahwa Bashar Al Assad membunuhi rakyatnya? Putin menjawab dengan dilpomatis bahwa itu adalah masalah sensitif, “Dan saya berpikir Presiden Syiah Bashar Assad telah melakukan banyak kesalahan di Suriah". (Anatolia/Ram)