Helikopter Bung Karno Itu Hadiah Dari JFK, Bukan Beli…

JFKdan-SoekarnoEramuslim.com – Masih soal helikopter. Tapi kali ini kisah masa lalu, yang bercerita tentang kekaguman seorang Presiden AS John Fitzgerald Kennedy (JFK) terhadap Bung Karno. Begini kisahnya:

Saat berkunjung ke AS, Kennedy menyambut Bung Karno dengan baik dan penuh hormat. Jangan bandingkan dengan sambutan Presiden Obama terhadap kedatangan Jokowi di Gedung Putih beberapa waktu lalu, jauh sekali. Secara chemistry, JFK dan Soekarno langsung cocok. Kennedy mengajak Soekarno berkeliling dengan helikopter kepresidenan milik AS.

“Apa Bung Karno suka dengan helikopter ini?” tanya Kennedy.

“Ya, ini helikopter yang sangat bagus dan kuat,” balas Soekarno.

“Kalau suka, Bung boleh bawa pulang helikopter ini sebagai hadiah,” kata Kennedy.

Tak cuma itu, Kennedy juga mengizinkan Indonesia membeli pesawat angkut C-130 Hercules guna misi perebutan Irian Barat. Kennedy juga yang menekan Belanda supaya tak keras kepala melanjutkan perang di Irian Barat.

Kennedy menganggap Soekarno sebagai sahabat. Begitu juga sebaliknya. Tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

“John F Kennedy adalah seorang sahabat yang sangat memahami diriku. Dia mendekatiku secara langsung dan hangat,” kenang Soekarno soal presiden AS itu.

Soekarno sangat gembira saat Kennedy mau berkunjung ke Jakarta tahun 1964. Dia membuat sebuah paviliun khusus di Istana Merdeka. Soekarno ingin Kennedy adalah tamu kehormatan pertama yang menempati paviliun khusus itu.

Sayang, Kennedy kemudian tewas ditembak secara misterius. Soekarno kehilangan salah satu sahabat terbaiknya.

“Kalau Kennedy masih hidup, kedua negara ini (Indonesia dan AS) mungkin tak akan terlalu berseberangan,” sesal Soekarno.

Salah Satu Hadiah, Tukar Dengan Agen CIA

si waletHelikopter yang dimaksud adalah Helikopter Bell-47J yang diberi nama Si Walet. Sekarang terparkir di lantai dasar Museum Angkut Kota Batu. Heli tersebut merupakan helikopter kepresidenan pertama milik Indonesia yang diwariskan oleh Presiden Soekarno.

Berdasarkan papan informasi yang terpampang di depannya, helikopter tersebut merupakan hasil barter dengan seorang tawanan Amerika Serikat. Seorang agen CIA bernama Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta yang berhasil diringkus oleh TNI Angkatan Udara dan menjadi tawanan.

Presiden Soekarno dengan politik tingkat tingginya, menukarkan dengan 10 Unit pesawat Hercules C-130 B Short Body, 1 Helli Bell-47J Si Walet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, Mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron.

Mobil Limousine Chrysler juga terparkir di Museum Angkut, tepat di samping helikopter tersebut. Kedua barang bersejarah tersebut kini dinikmati para pengunjung sebagai bukti bersejarah.

Berikut keterangan lengkap dalam papan informasi di depan helikopter tersebut;

Helikopter Kepresidenan Pertama Milik Indonesia

Helikopter ini didapatkan sebagai bagian dari barter politik antara Presiden Ir. Soekarno dengan pemerintah USA untuk pembebasan agen CIA Allen Pope, yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta dan tertembak Mustang P51 AURI ketika menerbangkan Bomber B26 Aurev di Laut Ambon.

Pada Pertengahan tahun 1960, Presiden Amerika Serikat John F Kennedy memberi barter berupa 10 Unit Hercules C-130 B Short Body, 1 Helli Bell-47J Si Walet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, Mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron.

Allen Lawrence Pope atau Allen Pope adalah seorang tentara bayaran yang ditugasi CIA dalam berbagai misi. Beberapa misinya dilakukan di Asia Tenggara di antaranya saat pertempuran di Dien Bien Phu, Vietnam dan pemberontakan PRRI/Permesta di Indonesia.

Dia tertangkap oleh TNI AU ketika usahanya mengebom armada gabungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan pesawat pembom B-26 Invader AUREV gagal dan akhirnya berhasil ditembak jatuh.

Pesawatnya jatuh ditembak oleh P-51 Mustang milik Angkatan Udara yang diterbangkan oleh Ignatius Dewanto. Namun kesaksian lain mengatakan, pesawatnya tertembak oleh tembakan gencar yang dilakukan armada Angkatan Laut Republik Indonesia.

Pope sendiri adalah pemuda putus kuliah dari Universitas Florida, kelahiran Miami Oktober 1928. Setelah berhenti kuliah, belajar menerbangkan pesawat di Texas sebelum kemudian bekerja sebagai kopilot pesawat angkut.

(ts/merdeka)