Kisah Malaikat Jibril Menjejali Mulut Firaun dengan Tanah

Eramuslim.com – Alquran mengisahkan sifat Raja Firaun dengan cukup detail termasuk sikapnya yang berlebihan, kekejamannya yang luar biasa, tiraninya, dan penentangannya terhadap kebenaran.

Alquran juga mengabarkan bagaimana Allah menurunkan azab pedih kepada Raja Firaun dan bala tentaranya. Azab itu berupa penenggelaman dan pembinasaan. Saat Allah menurunkan azab itu, rupanya malaikat Jibril hadir menyaksikannya.

 Raja Firaun tenggelam

Oleh karena itu, penghulu para malaikat itu mengisahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sewaktu Firaun ditenggelamkan dan mengucapkan, “Aku beriman bahwa tiada tuhan selain yang diimani oleh kaum Bani Israil,” dirinya langsung memasukkan tanah dari dasar lautan ke dalam mulut Firaun.

Tujuannya agar raja kejam itu tidak mengucapkan kalimat tauhid, Lâilâhaillallâh. Sebab, jika mengucapnya, Firaun takut diliputi rahmat Allah dan taubatnya diterima.

Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas. Dalam riwayat tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menuturkan:

 لَمَّا أَغْرَقَ اللهُ فِرْعَوْنَ قَالَ: ﴿آمَنْتُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ﴾ فَقَالَ جِبْرِيلُ: يَا مُحَمَّدُ فَلَوْ رَأَيْتَنِي وَأَنَا آخُذُ مِنْ حَالِ البَحْرِ فَأَدُسُّهُ فِي فِيهِ مَخَافَةَ أَنْ تُدْرِكَهُ الرَّحْمَةُ

Sewaktu Allah menenggelamkan Firaun, ia mengucapkan, “Aku beriman bahwa tiada tuhan kecuali yang diimani kaum Bani Israil,” (Q.S. Yunus [10]: 90).” Kemudian, malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Muhammad, seandainya engkau melihatku, kala itu aku mengambil tanah hitam dari dasar lautan. Lalu memasukkannya ke dalam mulut Firaun karena takut ia diliputi oleh rahmat.