free hit counters
 

Merencanakan Kematian

Eramuslim.com – Kematian memang misteri. Tidak ada yang mengetahui detailnya, kecuali Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Dzat yang Mematikan makhluk yang Dia ciptakan sendiri. Allah Ta’ala Mahakuasa untuk mematikan siapa pun sesuai kehendak-Nya, sebagaimana Kuasa-Nya untuk menghidupkan siapa pun yang dikehendaki-Nya.

Kematian adalah misteri. Tapi, kita harus merencanakannya.

Misteri pertama tentang mati terletak pada waktunya. Allah Ta’ala menciptakan banyak kejadian agar kita mengambilnya sebagai pelajaran kehidupan yang amat berharga. Ada yang dimatikan di dalam rahim sang ibu, baik sebelum menjadi bayi secara sempurna atau setelah menjadi bayi yang memiliki kehidupan.



Lebih lama dari itu, ada yang dilahirkan ke dunia, kemudian mati ketika masih menjadi balita atau anak-anak. Ada pula yang dihidupkan lebih lama lagi, hingga masa remaja. Masa ketika ia mulai mengenali hidup dan mencoba banyak episode yang diingininya.

Terus begitu, dengan banyak kejadian. Tapi, satu maksudnya. Misteri tentang mati. Bahkan, ada yang dikaruniai mati saat usianya mendekati bilangan berabad, hingga ada yang dilebihkan.

Kedua, misteri kematian terletak pada kata bagaimana.

Dalam rahim, ada bayi yang mati. Allah Ta’ala yang mematikannya. Tapi, selalu ada sebab. Hanya dua, baik atau buruk. Janin yang digugurkan karena prosesnya haram, adalah kisah kepiluan yang jumlahnya makin bertambah. Betapa bejatnya, janin yang tak berdosa harus mati karena ulah jahil manusia? Bahkan, yang mengambil inisiatif untuk membunuhnya adalah mereka yang ‘membuatnya’ dengan cara haram itu.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Tahukah Anda Terbaru