eramuslim

Tak Kenal Usia, Mahathir Mohamad Siap Tarung Lagi di Pemilu Malaysia

Mahathir Mohamad Siap Tarung Lagi di Pemilu Malaysia lewat Dukungan Partai Pejuang, Meski Usia Sudah Tua

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad-Istimewa-

 

eramuslim.com  - Usia tua tidak akan menjadi hambatan bagi Mahathir Mohamad untuk kembali ikut dalam pertarungan politik Pemilu Malaysia mendatang.

Kini, usia Mahathir telah menacapai 97 tahun.

Namun bagi pria yang pernah menjabat Perdana Menteri ke-4 dan 7 Malaysia, usia bukan suatu kendala.

Menurut Mahathir, selama kondisi fisik masih baik, maka akan menyanggupi jabatan.

Syaratnya, jika koalisi Gerakan Tanah Air (GTA) dan masyarakat menghendaki.

"Sekalipun sudah tua, saya menyanggupinya, selama fungsi tubuh saya masih baik. Masih mampu bergerak dan berbicara, juga bernegosiasi," ujar Mahathir.

Hal itu diungkapkan Mahathir usai memimpin rapat dengan pimpinan Partai Pejuang Tanah Air Divisi Langkawi, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (18/10/2022).

"Saya masih bisa bekerja. Jika diminta, bagaimana saya harus menolaknya?” imbuh Mahathir.

Mahathir merupakan perdana menteri terlama di Malaysia.

Ia menjabat perdana menteri sejak 1981 hingga 2003.

Dia juga menjadi perdana menteri tertua di dunia, ketika kembali 22 bulan pasca pensiun, dalam usia 92 tahun.

Ketika itu, Mahathir berhasil memenangkan Pemilu Mei 2018, di bawah koalisi Pakatan Harapan.

 

 

Dalam Pemilu Malaysia mendatang, Mahathir akan mempertahankan kursi parlemen Langkawi melalui Partai Pejuang yang didirikan pada 2020.

Partai ini menjadi alternatif pilihan bagi warga Melayu, di samping UMNO, yang kini dilanda skandal.

Sebelumnya, di Forum GTA pada 24 September 2022, Mahathir menyatakan enggan ikut kontestasi perdana menteri lagi. Kecuali, bila ada desakan terus-menerus.

“Namun, tidak bisa untuk jangka waktu penuh. Mungkin hanya untuk satu tahun,” tutur Mahathir, seperti dikutip Malay Mail.

Motivasi Mahathir untuk kembali memimpim lantaran untuk mengembalikan kejayaan Malaysia.

"Malaysia punya kapasitas untuk pulih ada di sana. Kita butuh manajemen ekonomi, pemerintah, dan negara yang cermat untuk mengambil kembali kejayaan masa lalu. Agar ekonomi pulih, dan situasi politik menjadi lebih stabil,” kata dia kepada CNBC dalam sebuah wawancara TV, 6 Oktober 2022.

“Ini akan mengharuskan saya menjadi perdana menteri selama lebih dari satu tahun. Tapi, saya sadar bahwa saya terlalu tua. Banyak yang tak menginginkan saya terlibat dalam politik secara total. Mereka ingin saya pensiun.” pungkas Mahathir.

Pada Jumat (17/6/2022), Tun Dr Mahathir Mohamad mengisi kuliah umum dalam Rakernas Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Mahathir memuji prestasi dan karakter kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin Indonesia.

Dirinya juga melihat adanya peran Partai NasDem dan Surya Paloh sebagai nahkodanya dalam mengawal jalannya stabilitas roda pemerintahan nasional.

"Alhamdulillah, dari pemerhatian saya dan juga apa yang saya dengar, Indonesia, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi sedang berjalan di atas landasan yang sewajarnya," kata Mahathir. (FIN)