Tanggul Jati Padang Jebol, Said Didu Sindir Upaya Politisasi: “Sedang Dicari-Cari Salah Anies”

Eramuslim.com - Aktivis sosial Muhammad Said Didu angkat bicara soal jebolnya tanggul di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan. Ia menyentil bahwa ada pihak-pihak tertentu yang tengah berupaya mengaitkan insiden tersebut dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
“Sedang dicari oleh Partai Sekitar Ibukota bahwa ini adalah kesalahan Anies,” tulis Said Didu melalui akun X @msaid_didu pada Senin, 8 Juli 2025.
Sindiran itu ia lontarkan sebagai kritik terhadap praktik politisasi bencana. Menurutnya, tudingan seperti itu hanya untuk meraih keuntungan politik dan memperbanyak jatah kekuasaan.
“Biar mereka tambah banyak jabatan lagi yang diberikan oleh pemerintah saat ini,” tambahnya tajam.
Sementara itu, pemerintah daerah langsung melakukan penanganan darurat atas jebolnya tanggul yang terjadi di dekat Mushalla Sabili, Jati Padang, pada Minggu (6/7) pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, sehingga membuat debit air di Saluran Penghubung (PHB) Pulo melonjak tajam. Luapan air akhirnya menghancurkan tembok pembatas mushalla yang terbuat dari batu bata, memicu banjir hingga ke area permukiman.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengatakan penanganan darurat telah dilakukan dengan memasang karung pasir dan mengerahkan pasukan biru di lokasi. Sebagai solusi sementara, pihaknya akan membangun tanggul dari turap batu kali sepanjang 12 meter, sambil menunggu debit air kembali stabil untuk pembangunan tanggul permanen.
“Masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan tim perencanaan,” ujarnya.
Peristiwa ini memantik dua arus narasi: satu dari pemerintah yang berfokus pada solusi teknis dan perbaikan, dan satu lagi dari aktivis yang mengingatkan publik akan bahaya politisasi bencana demi kepentingan segelintir elite.
Sumber: fajar.co.id