Terbitkan Buku Tanpa Izin CIA, "Ishmael Jones" Digugat
Buku-buku yang mengungkap kebejatan lembaga intelijen dan militer AS membuat pusing para pejabat CIA maupun Pentagon. Jika bulan September lalu Pentagon terpaksa memborong ribuan buku yang mengungkap operasi-operasi rahasia militer AS di Afghanistan, kali ini giliran CIA yang terpaksa beurusan dengan pengadilan gara-gara buku yang mengungkap informasi rahasia di tubuh lembaga intelijen itu.
Buku yang membuat pusing para pejabat CIA itu berjudul "The Human Factor: Inside the CIA's Dysfunctional Intelligence Culture" yang ditulis oleh mantan agen CIA sendiri yang menggunakan nama samaran "Ishmael Jones".
CIA menilai buku yang sudah terbit sejak bulan Juli 2008 itu berisi informasi yang sensitif dan penulisnya telah melanggar kesepakatan dengan CIA untuk mengkaji isi buku itu bersama sebelum diterbitkan. Tapi ternyata Jones menerbitkan buku tersebut tanpa sepengetahuan dan persetujuan CIA.
Lembaga intelijen AS itu pun mengajukan gugatan hukum terhadap Jones ke pengadilan federal Alexnadria dengan tuduhan bahwa Jones telah melanggar kewajiban untuk menjaga rahasia dan melanggar proses pengkajian dari sebuah materi publikasi yang belum disahkan.
"Para agen CIA punya kewajiban untuk menaati syarat-syarat yang telah ditentukan dalam perjanjian kerahasiaan dengan CIA," kata Direktur CIA Leon E. Panetta.
Sementara itu, Jones yang dihubungi Associated Press tetap merahasiakan jati dirinya. Menurutnya, ia tidak mencari keuntungan dari buku tersebut dan bukunya tidak berisi informasi-informasi rahasia. "Sensor yang dilakukan CIA merusak buku itu, hanya karena isinya mengungkap bahwa CIA adalah tempat untuk mendapatkan kekayaan, miliaran dollar uang pembayar pajak dihambur-hamburkan atau dicuri melalui program-program spionase yang dirancang CIA tapi program itu tidak membawa hasil," kata Jones.
Ia melanjutkan, "Meski memiliki sumber daya manusia yang kompeten, lebih dari 90 persen pegawai CIA saat ini hidup dan bekerja di dalam wilayah negara AS. Kerja mereka kebanyakan tidak efektif dan ini merupakan pelanggaran terhadap piagam pendirian CIA."
Sebelum CIA menggugat mantan agen rahasianya karena menerbitkan buku yang dinilai mengekspos informasi sensitif tentang CIA, sebulan yang lalu Pentagon melakukan hal serupa. Bedanya, Pentagon mengeluarkan dana sebesar 47.000 dollar untuk menghancurkan 9.500 eksemplar buku berjudul "Operation Dark Heart: Spycraft and Special Ops on the Frontlines of Afghanistan — and the Path to Victory." yang ditulis mantan agen intelijennya.
Pentagon tidak ingin buku berupa memoir perang itu dibaca publik karena menilai buku itu mengungkap informasi-informasi yang selama ini dirahasiakan Pentagon Tapi buku itu tetap terbit, tetapi dalam versi yang sudah direvisi oleh tim Pentagon. (ln/isc)