Terkait Efek Samping Covid-19 , Perusahaan Farmasi Jepang Minta Produsen Vaksin Transparan
eramuslim.com - Salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia, Takeda yang berasal dari Jepang, mendesak para produsen vaksin Covid-19 untuk sangat transparan terkait informasi risiko dan manfaat vaksin.
CEO Takeda, Christophe Weber mengatakan, setiap vaksin tentunya tidaklah sempurna, sehingga selalu memiliki efek samping.
"Kami harus mengelola situasinya , informasinya harus sangat transparan agar mendidik pengguna dalam memperkenalkan suatu produk," ujar Weber, seperti dikutip AFP, Minggu (20/12).
"Obat-obatan atau vaksin tidak pernah sempurna, selalu ada beberapa efek samping," lanjutnya.
Takeda sendiri tidak memproduksi vaksin Covid-19. Tetapi perusahaan memiliki kontrak kerjasama dengan beberapa produsen vaksin untuk mendistribusikan vaksin di Jepang.
Weber menuturkan, walaupun terdapat risiko, tetapi vaksinasi Covid-19 diharapkan membantu menekan ketidakpastian yang semakin meningkat akibat Covid
"Menarik diamati . Keraguan terhadap vaksin saat ini menguat , terutama di beberapa negara.. ," jelas dia.
"Situasi saat ini berbeda, semua orang melihat dampak bahaya dari virus corona, jadi saat ini benar-benar urgensi keperluan vaksin," imbuhnya.
Takeda telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Jepang dan perusahaan Amerika Moderna Therapeutics pada Oktober lalu untuk mendistribusikan 50 juta dosis vaksin di Jepang pada paruh pertama 2021.
Takeda juga sudah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Amerika Novavax untuk memproduksi dan mengirimkan vaksin ke Jepang jika uji coba terbukti berhasil.
Sektor farmasi Jepang bergerak relatif lambat dalam perlombaan produksi Vaksin . Beberapa perusahaan termasuk AnGes, Shionogi dan Daiichi Sankyo sekarang masih mengembangkan vaksin, yang diperkirakan baru akan tersedia paling cepat sebelum 2022.
Meski begitu, pemerintah Jepang saat ini masih belum mendapatkan vaksin dari produsen Pfizer atau AstraZeneca. (rmol)