Terungkap! Eks Menhan Israel Akui Militer Gunakan Protokol Hannibal pada 7 Oktober: Tembaki Warga Sendiri

eramuslim.com - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Yoav Gallant, akhirnya angkat bicara mengenai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia mengakui bahwa militer Israel sempat memberikan izin kepada pasukan untuk menerapkan Protokol Hannibal.
Pernyataan ini menjadi pengakuan pertama Gallant sejak dirinya dipecat dari jabatannya oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tahun lalu. Selain itu, ini juga merupakan kali pertama seorang pejabat tinggi Israel mengonfirmasi penggunaan protokol tersebut.
Protokol Hannibal adalah doktrin militer kontroversial Israel yang memperbolehkan penggunaan kekuatan penuh guna mencegah penangkapan tentara oleh musuh, bahkan jika hal itu mengorbankan warga sipil.
Pada serangan 7 Oktober, tentara Israel menembakkan peluru dari tank ke beberapa rumah untuk menargetkan pejuang Hamas yang diyakini bersembunyi di dalamnya. Namun, rumah-rumah tersebut juga dihuni oleh sandera, baik dari kalangan sipil maupun militer. Akibatnya, beberapa warga sipil tewas karena serangan itu.
“Menurut saya, secara taktis, di beberapa tempat (Protokol Hannibal diizinkan), di tempat lain tidak, dan itu yang menjadi masalah,” ujar Gallant, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu, 8 Februari 2025.
Investigasi yang dilakukan oleh surat kabar Israel, Haaretz, tahun lalu mengungkap bahwa Protokol Hannibal diterapkan di tiga fasilitas militer saat serangan terjadi.
Militer Israel tidak dapat membedakan antara tentara yang ditangkap dan warga sipil. Laporan yang didukung oleh PBB menyebutkan bahwa puluhan orang, baik warga sipil maupun tentara, tewas akibat tembakan militer Israel pada hari itu.
(Sumber: iNews)