The Independent: Amerika Bertanggung Jawab Atas Perang Saudara Di Libya
Eramuslim – Surat kabar kenamaan Inggris, The Independent, menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat ikut bertanggung jawab atas kekcauan dan perpecahan nasional yang kini terjadi di Libya pasca revolusi tahun 2011 lalu.
Dalam pemberitaannya hari Jum’at (07/08) kemarin, The Independent menjelaskan bahwa pelatihan pemberontak Libya oleh militer AS selama 1 tahun untuk dapat menggulingkan Kolonel Muammar Gaddafi dan menguasai pemerintahan setelahnya, justru semakin mendorong negara tersebut ke dalam jurang perang saudara antara kelompok Islamis dengan kelompok pro-AS.
“Setelah hampir empat tahun lebih pembunuhan Kolonel Gaddafi di tangan para pemberontak Libya, mimpi demokrasi yang di dengungkan oleh AS di di negeri ini masih sulit dipahami. Yang terjadi saat ini justru makin banyak kelompok-kelompok bersenjata yang berkembang biak dan menyeret negara ini ke dalam jurang perpecahan,” tulis The Independent dalam artikelnya.
Menurut informasi yang diperoleh The Independent bahwa pada tahun 2014 lalu ada lebih dari 300 milisi Libya pergi ke kamp-kamp militer Basnburj di Inggris. Akan tetapi dari jumlah tersebut hanya sepertiga yang kembali setelah pelatihan, karena sisanya meminta suaka politik dari Kerajaan Inggris. (Rassd/Ram)