eramuslim

Trump Ingin Warga Gaza Tinggalkan Tanah Air, Hamas Beri Respons Keras

eramuslim.com - Pejabat senior Hamas merespons pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyarankan agar warga Palestina meninggalkan Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Trump menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, di Washington pada Selasa sore waktu setempat.

"Kami menganggapnya sebagai resep untuk menciptakan kekacauan dan ketegangan di wilayah tersebut," kata Sami Abu Zuhri dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Rabu (5/2/2024).

"Rakyat kami di Jalur Gaza tidak akan membiarkan rencana ini terlaksana," tambahnya.

"Yang dibutuhkan adalah diakhirinya pendudukan dan agresi terhadap rakyat kami, bukan pengusiran mereka dari tanah mereka."

Pernyataan serupa juga disampaikan pejabat senior Hamas lainnya, Izzat al-Rishq. Ia mengkritik Trump atas komentarnya mengenai kondisi warga Gaza yang bertahan di tengah perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 dan telah menyebabkan 61.000 korban jiwa.

"Orang-orang kami di Gaza telah menggagalkan rencana pemindahan dan deportasi di bawah pemboman selama lebih dari 15 bulan," ujar Rishq dalam pernyataan terpisah.

"Mereka berakar di tanah mereka dan tidak akan menerima skema apa pun yang bertujuan untuk mencabut mereka dari tanah air mereka," tambahnya.

Sebelumnya, menjelang pertemuannya dengan Netanyahu yang membahas gencatan senjata fase kedua dengan Hamas, Trump menyatakan bahwa warga Palestina akan "senang" jika meninggalkan Gaza, terutama jika mereka diberi pilihan untuk pindah ke tempat lain.

"Mereka akan senang meninggalkan Gaza," katanya kepada wartawan saat menandatangani sejumlah inisiatif di Gedung Putih, Selasa, seperti dikutip dari sumber yang sama.

"Saya kira mereka akan senang," tambahnya.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa ingin tinggal. Itu adalah lokasi 'pembongkaran'."

Ini bukan kali pertama Trump mengeluarkan pernyataan yang dianggap sebagai upaya "mengusir" warga Palestina dari Gaza. Sebelumnya, ia pernah mengusulkan "pembersihan" Gaza dengan meminta warga Palestina untuk pindah ke Mesir atau Yordania.

Namun, kedua negara tersebut dengan tegas menolak gagasan itu. Bahkan pada Selasa, para pemimpin Arab menegaskan pentingnya komitmen untuk mencapai perdamaian.

"Ya, mereka mungkin mengatakan itu, tetapi banyak orang telah mengatakan hal-hal kepada saya," ujar Trump.

Ia juga mengusulkan pemukiman baru bagi warga Gaza di lokasi lain, yang menurutnya bisa dibiayai oleh negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.

"Jika kita dapat menemukan sebidang tanah yang tepat, atau banyak sebidang tanah, dan membangun tempat-tempat yang benar-benar bagus untuk mereka, pasti ada banyak uang di daerah itu, saya pikir itu akan jauh lebih baik daripada kembali ke Gaza, yang baru saja mengalami kematian selama puluhan tahun," jelasnya.

Menurut Trump, warga Gaza akan hidup lebih baik jika tinggal di negara lain dan mengklaim bahwa pemindahan tersebut dapat didukung secara finansial oleh negara-negara Arab.

"Orang-orang akan tinggal di tempat yang sangat indah, aman, dan menyenangkan. Gaza telah menjadi bencana selama beberapa dekade," katanya.

"Banyak orang yang akan membayar di daerah itu, mereka punya banyak uang," tambahnya.

"Mereka ada di sana karena tidak punya alternatif. Apa yang mereka punya? Sekarang ini hanya tumpukan puing-puing besar.... Saya pikir mereka akan senang melakukannya," lanjut Trump.

"Saya pikir mereka akan senang meninggalkan Gaza. Apa itu Gaza?" tanyanya.

(Sumber selengkapnya: Cnbcindonesia)