Trump Klaim Israel Setuju Gencatan Senjata 60 Hari, Tapi Serangan ke Gaza Terus Berlanjut

Eramuslim.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pernyataan ini muncul menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington pekan depan.
Namun, di tengah klaim tersebut, serangan Israel terhadap Jalur Gaza justru meningkat. Setidaknya 109 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel dalam satu hari terakhir, termasuk 16 warga sipil yang mengantre bantuan makanan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF)—lembaga bantuan yang didukung AS dan Israel, namun ditentang oleh lebih dari 170 organisasi kemanusiaan internasional karena dianggap melanggar prinsip kemanusiaan.
GHF dituding hanya membawa “kelaparan dan peluru” ke Gaza. Warga di Gaza kini menghadapi pilihan yang mustahil: kelaparan atau risiko ditembak saat mencoba mendapatkan makanan untuk bertahan hidup.
Di wilayah utara, serangan udara Israel mengenai kerumunan warga, menewaskan lima orang. Sementara itu, lebih dari 82% wilayah Gaza kini menjadi zona militer atau terancam pengusiran paksa, menurut data PBB. Warga seperti Ismail dari Gaza City menggambarkan kondisi memilukan, di mana pengungsi baru terpaksa tidur di jalan karena tak ada tempat berlindung lagi.
Di selatan Gaza, serangan udara juga menewaskan 12 anggota keluarga al-Zanati di Khan Younis, termasuk satu anak dalam kamp pengungsian. Serangan lainnya menargetkan sekolah yang dikelola PBB di kamp al-Maghazi, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.
Militer Israel mengklaim telah melancarkan lebih dari 140 serangan dalam 24 jam terakhir, dengan dalih semua target adalah “teroris”. Namun, serangan tersebut menambah penderitaan warga Gaza yang sudah kekurangan bahan bakar dan peralatan medis. Rumah sakit al-Shifa, fasilitas kesehatan terbesar di Gaza, hampir lumpuh total karena bahan bakar habis dan generator cadangan berhenti beroperasi.
Trump tetap bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata semakin dekat dan berharap tercapai pekan depan saat Netanyahu berkunjung ke Gedung Putih. Sementara itu, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer sedang berada di Washington untuk membahas gencatan senjata, Iran, dan isu lainnya.
Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menegaskan bahwa tekanan nyata dari AS terhadap Israel menjadi kunci keberhasilan gencatan senjata. Hamas tetap bersikukuh tidak akan menyetujui kesepakatan apapun tanpa penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan penghentian permanen perang.
Sementara itu, mediator utama Qatar dikabarkan telah mengirim proposal terbaru ke Hamas dan Israel, yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembebasan 10 sandera, sebagai dasar untuk negosiasi damai dan pembentukan pemerintahan baru di Gaza.
Sumber: Al-Jazeera