"Tujuan Baik, Kok Malah Dianggap Mudarat", MUN Tegaskan PSN PIK 2 Bukan Perampasan, Justru untuk Kepentingan Masyarakat

eramuslim.com - Majelis Ulama Nusantara (MUN) menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Proyek Strategis Nasional Pantai Indah Kapuk 2 (PSN PIK 2) setelah melakukan kajian dan meninjau langsung lokasi pembangunan.
Juru bicara MUN, Kyai Mohamad Ashshiddiqi, menegaskan bahwa ulama memiliki peran dalam menengahi keadaan serta mendukung kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Ia mengingatkan agar kepentingan politik tidak menghambat proyek yang memiliki tujuan baik.
"Seperti nasehat dari Kyai Said Aqil Siradj, menelantarkan tanah yang tidak dirawat berdosa. Sedangkan PSN memiliki tujuan baik, kok malah dianggap mudarat," ujar Kyai Ashshiddiqi, Jumat (14/2/2025).
MUN juga meminta masyarakat untuk tabayyun dalam menilai proyek ini agar mendapatkan pandangan yang objektif.
Legitimasi dan Manfaat PSN PIK 2
MUN menegaskan bahwa PSN PIK 2 memiliki legitimasi berdasarkan Peraturan Presiden yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Oleh karena itu, proyek ini tidak boleh terhambat oleh kepentingan politik atau kelompok tertentu.
Proyek ini mencakup 1.754 hektar lahan milik pemerintah di bawah Kementerian Kehutanan, yang akan diperluas dengan wisata mangrove dari 91 hektar menjadi 514 hektar serta pengembangan ekowisata lainnya. Termasuk dalam proyek ini adalah pembangunan wisata masjid seluas 4,5 hektar, tanpa ada pembangunan rumah komersial.
MUN juga memastikan bahwa lahan PSN bukan hasil perampasan, melainkan tanah terbengkalai yang akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas.
"Kami sudah melakukan investigasi. Tanah ini belum digunakan dan justru akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas," tutup Kyai Ashshiddiqi.
(Sumber selengkapnya: RMOL)