free hit counters
 

Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab

Nono Taryono – Jumat, 25 Agustus 2006 11:16 WIB

Assalamu’alaikum w.w.

Mudah-mudahan pak Ustadz selalu dirahmati oleh Allah SWT. To the point saja, kalau saya melihat wanita yang tidak berjilbab, tidak disengaja ataupun disengaja, misal lengan tangan atau sejenisnya, sebetulnya yang berdosa itu apakah hanya wanita yang tidak berjilbab tersebut atau orang yang melihatnya juga terkena dosanya? Mohon penjelasannya. Syukron.

Wassalamu’alaikum w.w.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Membuka aurat hukumnya haram. Dan melihat aurat orang lain secara sengaja juga haram. Tapi kalau dibandingkan antara keduanya secara langsung, tentu tidak mungkin seseorang melihat aurat wanita kalau bukan karena wanita tersebut membukanya secara sengaja.

Walhasil, kalau kita urut-urutkan, wanita yang secara sengaja tidak menutup auratnya ibarat orang yang sedang menebar dosa di tengah masyarakat. Bukan hanya dirinya yang berdosa, tetapi siapapun laki-laki yang ada di sekitarnya akan bersesiko untuk ikut kena getahnya.

Sebab setiap laki-laki yang berada di dekat wanita itu tidak bisa tidak, pasti akan ‘terpaksa’ melihat auratnya. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang. Dan ini adalah sebuah penyakit sosial yang sangat tidak mengenakkan.



Boleh dibilang, ini adalah resiko dari hidup di lingkungan yang tidak Islami, di mana seorang muslim yang maunya hidup bersih, harus menyerah dengan realita kehidupan.

Kita berharap semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita yang tidak kita sengaja ini. Asal memang niatnya tidak secara sengaja untuk melihat aurat wanita yang bukan mahramnya. Daninsya Allah pada hakikatnya kita memang tidak menghendakinya.

Sudah barang tentu berbeda nilainya antara tidak mau melihat aurat secara sengaja tapi terbentur dengan keadaan, dengan berniat secara sengajauntuk melihatnya. Meski bukan berarti kalau tidak niat lantas tidak dosa. Dosanya tetap ada, tapi nilainya pasti berbeda.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Umum Terbaru

blog comments powered by Disqus