free hit counters
 

Prof. Siti Fadilah Sentil WHO, Bill Gates, dan Bisnis Vaksin Dunia

Redaksi – Rabu, 28 Jumadil Awwal 1442 H / 13 Januari 2021 19:00 WIB

Selepas masa jabatan sebagai menteri kesehatan, Siti dijerat kasus oleh KPK dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di kementerian yang sempat dia pimpin. Ditetapkan sebagai tersangka pada 2014, Siti baru masuk persidangan 2017 dan dijatuhi vonis 4 tahun penjara pada tahun yang sama.

Belakangan publik menggulirkan petisi agar Presiden Joko Widodo segera membebaskan Siti Fadilah karena sosoknya dibutuhkan negara dalam menghadapi wabah virus corona (covid-19) yang telah melumpuhkan dunia.

Kejanggalan sempat terjadi dalam upaya penggalangan petisi tersebut. Pada Kamis 16 April, petisi tersebut diberitakan tercatat sudah mendapatkan 42 ribu tanda tangan dari para warganet dan terus bergerak menuju angka 50 ribu. Namun pada Sabtu, 18 April 2020, tanda tangan di petisi tersebut tiba-tiba turun drastis menjadi 15 ribuan.

Siti, yang kini masih mendekam di Rutan Pondok Bambu, mewanti-wanti pemerintah agar tidak terbelenggu dengan tekanan dunia dalam menghadapi pandemi covid-19. Dia berharap pemerintah bisa lebih tangguh serta mandiri dalam menuntaskan wabah corona, dan dia pun yakin negara bisa menghadapinya.

Berikut petikan wawancara Siti Fadilah Supari yang dilakukan melalui korespondensi:

Apakah Anda pernah menduga sebelumnya bakal ada wabah lain setelah flu burung mereda? Mengapa demikian?

Ya, saya sangat menduga bahwa pandemik akan terjadi setelah pandemik avian flu atau flu burung H5N1. Karena dalam pandemik Flu Burung saya berhasil menyimpulkan berdasarkan data data yang valid bahwa ada konspirasi di balik pandemik Flu Burung (yang saya tulis di buku “SDB”).

Konspirasi utama yang harus ada adalah WHO dan konspirator lain adalah pihak-pihak industri farmasi yang akan menangguk keuntungan besar dari terjadinya pandemik.

Selama dua faktor itu masih merajai, maka pandemik tetap akan terjadi.



Apa yang menyebabkan dunia dilanda wabah virus, yang umumnya berkarakteristik flu symptoms secara beruntun?

Mengapa flu? Mengingat pandemik flu yang mematikan banyak orang pada 1918. Flu virus mudah menginfeksi manusia dan punya kemampuan menyebar atau menular, maka lembaga resmi dunia WHO dengan GISN-nya waktu itu melalui laboratorium CDC Atlanta meneliti virus flu dengan segala variannya sepanjang masa.

Apa yang membedakan situasi politik kesehatan dunia saat ini dengan masa wabah flu burung waktu lalu?

Politik kesehatan sangat berbeda. Dulu WHA (World Health Assembly) sangat berperan dalam keputusan WHO. Sekarang banyak organisasi kesehatan dunia yang lebih dominan. Dan tak pelak lagi organisasi-organisasi itu pasti memerlukan dana yang saya tidak tahu dari mana asalnya. Dan ternyata organisasi tersebut tidak ada gunanya ketika terjadi pandemi seperti ini.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Laporan Khusus Terbaru