eramuslim

Ust. Hilmi Firdausi: "Fitnahnya Sadis Banget..."

Eramuslim - Hari-hari belakangan, warganet kembali menyorot soal kelakuan seorang perempuan yang mengaku sebagai WNI yang berbicara kontroversial di depan polisi di Jerman.

Dalam video berdurasi singkat yang tersebar di berbagai media sosial, antara lain di Facebook dan X (Twitter), warganet bisa mendengar yang disampaikan perempuan itu benar-benar jauh panggang dari api alias fitnah.

Dalam rekaman tersebut, perempuan yang belum diketahui identitasnya itu mengaku berasal dari negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, namun memberikan penilaian yang menyudutkan terhadap Islam dan umat Islam Indonesia.

“Saya berasal dari negara Muslim, saya berasal dari Indonesia, Muslim yang terbesar dan maksimal, dan saya ada di sana, jadi saya tahu apa itu Muslim,” ucapnya dalam video tersebut, yang salah satunya bisa dilihat di X akun Ust. Hilmi Firdausi (@Hilmi28).

Yang paling memicu kemarahan publik adalah pernyataan lanjutan yang secara terbuka menuding umat Muslim tidak pernah hidup damai.

“Mereka selalu mengatakan Muslim itu damai. Muslim tidak pernah damai, tidak ada Muslim sejati, dia harus membunuh segalanya kecuali Muslim,” katanya.

Kutipan tersebut langsung dikritik warganet sebagai ujaran kebencian yang tak hanya melukai perasaan umat Islam, tetapi juga dinilai mempermalukan nama baik Indonesia di mata internasional. Banyak yang menilai narasi dalam video itu dapat memperkuat stigma negatif dan diskriminatif terhadap Islam secara global.

"Duh fitnahnya sadis banget…kasihan sekali, kebenciannya kepada Islam membuat akal & hati nuraninya hilang. Umat Islam Indonesia itu cinta damai & sangat toleran…itu terbukti sejak lama!," tulis Hilmi Firdausi di akun X pada 12 Mei 2025 saat membagikan video.

Banyak warganet menyayangkan aksi provokasi dan fitnah yang dilontarkan perempuan itu. Salah satunya direspon oleh pegiat media sosial Lira di akun X (@Naz_lira) pada 13 Mei lalu.

"Yang membuat sedih itu ketika melihat kerisauan teman-teman saya dari keluarga suku Batak muslim bahkan juga Batak non muslim, mereka semua murka dengan yg dilakukan orang yang infonya (jika benar) berasal dari suku Batak dan marga Ginting.

Dan saya harus menyampaikan titipan pesan mereka, ini pesannya :

“Tolong sampaikan kepada semua orang, ketahuilah, bahwa wanita penyebar fitnah di German terhadap Islam dan pengikutnya di Indonesia sama sekali tidak mewakili suku Batak, tidak mewakili marga Ginting, tidak mewakili agama apapun, bahkan tidak mewakili Indonesia.

Pelaku hanya mewakili bagian dari manusia primitif, barbar dan biadab yang kebetulan masih tersisa hidup di zaman ini”.

Hutang titipan pesan ini telah tunai saya sampaikan." [kl]