eramuslim

Washington Tidak Akan Pernah Ampuni Snowden

Eramuslim.com - Pemerintah Presiden Barrack Obama, Selasa (28/7), menolak petisi online yang mendesak Gedung Putih mengampuni Edward Snowden -- pembocor operasi rahasia Badan Keamanan Nasional (NSA).

Lisa Monaco, penasehat Obama untuk keamanan dalam negeri dan kontraterorisme, secara resmi merespon petisi yang telah berlangsung dua tahun. Penolakan diposting di situs Gedung Putih, Selasa (28/7).

Monaco menulis; "Tindakan Snowden membocorkan rahasia negara sangat berbahaya dan memiliki konsekuensi berat bagi keamanan AS."

Ia melanjutkan; "Jika dia merasa tindakan pembangkangan sipil yang dilakukan konsisten, seharusnya dia menghadapi masalahnya sendiri. Dia harus menerima semua konsekuensi tindakannya."

Snowden, demikian Monaco, seharusnya pulang dan dinilai para juri dan rekan-rekan. "Snowden seharusnya tidak bersembunyi di balik rejim otoriter. Kini dia melarikan diri dari konsekuensi perbuatannya," tulis Monaco.

Petisi yang meminta Obama mengampuni Snowden diluncurkan tahun 2013, dan memperoleh 167.954 tanda-tangan. Petisi biasanya hanya butuh 100 ribu tanda-tangan untuk mendapat tanggapan resmi Gedung Putih.

"Edward Snowden adalah pahlawan nasional. Dia harus mendapat pengampunan penuh dan bebas. Kejahatan yang dilakukannya adalah mengungkap rahasia besar NSA, terutama soal program pengawasan," demikian permohonan dalam petisi itu.

Snowden kini tinggal di Moskwa, tempat dia mendapatkan suaka. Ia menggambarkan metode pengawasan menjadikan AS lebih buruk dari negara Orwelian, mengaju pada novel George Orwell, yang bercerita tentang masyarakat yang terus diserang oleh mata-mata negara

Maret lalu, pengacara Snowden mengatakan kliennya bersedia kembali ke AS jika diberi jaminan hukum dari pengadilan yang tidak memihak.

Menurut Snowden, NSA menyadap jutaan warga AS, warga asing, serta pemimpin politik di seluruh dnia. Pengungkapan Snowden menimbulkan kemarahan global. Ia tercatat sebagai pembocor dokumen paling rahasia dalam sejarah AS.(rz)