eramuslim

Waspada Varian COVID ‘Nimbus’! Sudah Picu 37% Kasus di AS, Bisa Jadi Ancaman Baru

Eramuslim.com - Varian baru COVID-19 yang dijuluki ‘Nimbus’ atau dengan nama ilmiah NB.1.8.1 kini tengah menyebar cepat di Amerika Serikat dan mulai jadi perhatian serius dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian ini kini menjadi penyebab 37% kasus COVID-19 di AS, meningkat tajam dari hanya 15% dua minggu sebelumnya.

Nimbus merupakan subvarian dari Omicron yang telah bermutasi dan terindikasi memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi. Bahkan, varian ini sempat memicu lonjakan kasus di beberapa negara Asia pada musim semi lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkannya sebagai “variant under monitoring” karena penyebarannya yang cepat secara global dan potensi mutasinya untuk menghindari kekebalan tubuh.

Meski saat ini angka rawat inap dan tingkat virus dalam limbah masih rendah, para ahli memperingatkan bahwa musim panas biasanya menjadi waktu rawan lonjakan kasus COVID di AS sejak tahun 2020. Dengan munculnya Nimbus, risiko lonjakan baru tidak bisa diabaikan.

Kenali gejala varian Nimbus:

  • Sakit tenggorokan

  • Batuk

  • Hidung tersumbat atau berair

  • Sesak napas

  • Demam atau menggigil

  • Sakit kepala

  • Nyeri tubuh

  • Kelelahan

  • Kehilangan penciuman atau perasa

Meskipun belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan gejala lebih parah, para pakar menyebut mutasi pada varian ini memungkinkannya menempel lebih kuat pada sel manusia, yang bisa membuatnya lebih mudah menulardan berpotensi mendominasi varian lain.

Kelompok rentan seperti lansia (60+), orang dengan penyakit bawaan, ibu hamil di atas 12 minggu, serta anak-anak kecil sangat disarankan untuk lebih hati-hati. Kekebalan terhadap COVID-19 memang masih tinggi di beberapa negara berkat vaksin dan infeksi sebelumnya, tapi kekebalan bisa menurun seiring waktu, apalagi jika vaksinasi terakhir sudah lama. “Semakin lama jeda sejak vaksinasi atau infeksi terakhir, semakin banyak orang yang jadi rentan,” kata pakar mikrobiologi dari Johns Hopkins, Andy Pekosz.

Apa yang bisa kita lakukan?

  • Tetap kenakan masker di tempat ramai

  • Segera periksa jika mengalami gejala

  • Lanjutkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

  • Vaksinasi ulang bila tersedia dan direkomendasikan

Meski belum terdeteksi di Indonesia, penyebaran varian ini menunjukkan bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan jangan lengah. Nimbus bisa jadi ancaman baru jika kita tidak siap.

Sumber: today.com