Ustadz Menjawab

bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc.
Cetak |  Kirim |  RSS |  Kirim Pertanyaan

Mengusir Malas Ibadah

Senin, 01/12/2008 16:13 WIB

Assalamu'alaikum, Ustadz....

Sering kali ketika ingin beribadah tiba-tiba muncul rasa malas yang luar biasa hingga mengurungkan ibadah yang telah saya niatkan dari pagi-pagi hari. Parahnya, ternyata kemalasan itu merembet ke mana-mana sampai-sampai mempengaruhi pekerjaan saya di kantor. Bahkan mendorong saya untuk menarik diri saja dari lingkungan sekeliling rumah dan tidak ingin berbuat apa-apa. 

Saya tidak tahu alasan jelasnya kenapa tiba-tiba bisa datang kemalasan tersebut. Saya bingung ustadz kepinginnya sih bisa lebih semangat dan menyongsong hari-hari dengan hati yang gembira tapi akhir-akhir ini kok ya perasaan saya hanya malas dan bete saja dan itu sangat mengganggu, Stadz..

Kira-kira apa yang harus saya lakukan dan adakah tips dari Ustadz?

Demikian, terimakasih

Iman

Jawaban

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Saudaraku Iman yang dimuliakan Allah swt.
Banyak dalil baik didalam Al Qur’an maupun As Sunnah yang memerintahkan kepada kaum muslimin untuk senantiasa beramal dan tidak berhenti darinya hingga bertemu dengan Allah swt. Amal sholeh baik yang terkait langsung dengan akherat seperti sholat, puasa, jihad maupun yang terkait dengan dunia seperti mencari nafkah, bergaul dengan masyarakat adalah bekal yang paling berharga untuk kebaikannya di dunia maupun akherat. Amal ini juga merupakan cerminan keimanan seseorang kepada Allah swt.

Diantara yang bisa menghambat bahkan tidak jarang menghentikan amal sholeh seseorang adalah rasa malas.

Malas adalah lemahnya kemauan, lebih mengutamakan istirahat daripada lelah dan tidak mengerjakan suatu amal sementara dia memiliki kesanggupan untuk melakukannya. Penyakit ini mudah sekali menghinggapi manusia karena memang tabiat manusia cenderung kepadanya kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah swt.

Untuk itu Rasulullah saw senantiasa berdoa : “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (HR. Bukhori)

Ada beberapa sebab yang memunculkan sifat malas dalam diri seseorang :

1. Cenderung kepada tarikan syahwat yang sangat kuat.

Kecenderungan seseorang kepada hawa nafsu dan syahwatnya mengakibatkan lemahnya kemauan dalam diri untuk melakukan berbagai amal sholeh. Tidak jarang seseorang lebih mengutamakan sholat di rumah ketimbang berjalan ke masjid, lebih memilih berkumpul dengan istri adan anak-anaknya ketimbang keluar untuk berda’wah dan berjihad ataupun lebih mengutamakan istirahat daripada bekerja dan beraktivitas.

Kalau kemalasan ini hanya terjadi sesekali saja mungkin masih bisa diterima karena memang jiwa manusia memiliki keterbatasan untuk bisa terus menerus berada dalam kondisi puncak baik didalam aktivias akherat maupun dunia, sebagaimana hadits Rasulullah saw : “Sesungguhnya setiap amal memiliki semangat kemudian penurunan maka barangsiapa penurunannya mengajaknya kepada perbuatan bid’ah maka ia telah sesat namun barang siapa yang penurunannya mengajaknya kepda sunnah (ku) maka ia telah mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad)

Yang menjadi musibah dalam diri seseorang adalah ketika kemalasan ini berlangsung secara kontinyu dan terus menerus baik secara sadar atau tidak.

2. Lalai

Firman Allah swt : “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 205)

Jarangnya seseorang mengingat Allah swt disetiap waktu-waktunya menjadi sebab seseorang menjadi lalai. Lalai akan kewajibannya kepada Allah swt, Rasul dan Kitab-Nya, keluarga, masyarakat bahkan dirinya sendiri.

Kelalaian inilah yang menjadikan ia tidak antusias untuk memperbanyak amal dikarenakan tidak adanya dorongan kuat dalam dirinya.

3. Panjang angan-angan

Ada perbedaan antara harapan dan angan-angan. Harapan selalu dibarengi dengan usaha sedangkan angan-angan tidak pernah dibarengi oleh usaha. Ada yang mengatakan,”Siapa yang pendek angan-angannya maka terang hatinya, karena jika dia merasa sudah berada diambang kematiannya pasti ia akan bersemangat dalam ketaatan kepada Allah, tidak banyak keinginannya dan ridho dengan yang sedikit.”

Seseorang yang tenggelam dalam angan-angannya lupa bahwa segala sesuatu yang menimpa manusia adalah sesuai dengan taqdir dan ketetapan Allah swt. Diantara prinsip aqidah islam adalah usaha dan bertawakal kepada Allah swt bukan berpangku tangan, bermalas-malasan dan pasrah terhadap apapun yang akan terjadi pada dirinya.

Beberapa tips untuk mengusir rasa malas :

1. Memperbanyak dzikrullah.

Dzikrullah menjadikan hati seseorang merasa nyaman dan tentram dengan Allah swt. Inilah yang menjadi senjata ampuh untuk menghadapi berbagai tarikan hawa nafsu dan syahwat yang sering kali diprovokasi oleh setan dengan bisikan-bisikannya. Firman Allah swt : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ro’d : 28)

Kemalasan seseorang untuk beramal sholeh atau beribadah adalah buah dari bisikan-bisikan setan yang diikuti. Hal ini bisa terjadi pada saat ingin memulai suatu amal atau ketika amal itu sedang berlangsung.

Bisikan-bisikannya kepada seseorang disaat ingin memulai amal bisa dengan menghadirkan dalam dirinya hal-hal duniawi yang disukainya agar ia terpedaya dan tidak jadi menunaikan amal itu dan beralih kepada apa yang dibisikannya.

Kalaupun orang itu berhasil melalui ujian pertama itu dan tetap melakukan amal sholeh maka setan menggunakan jurus yang lain yaitu dengan membisik-bisikan dalam dirinya perasaan riya, ghurur, takabbur atau penyakit-penyakit hati lainnya.

2. Memilih lingkungan yang baik.

Tidak jarang seseorang yang pada awalnya malas menjadi bersemangat ketika menyaksikan orang-orang dikelilingnya begitu rajin. Sangat mungkin seorang anak yang tadinya malas membaca Al Qur’an kemudian menjadi bersemangat untuk membacanya setelah menyaksikan ayah atau kakaknya yang begitu rajin membacanya.

Tepatlah apa yang dikatakan Ibnu Kholdun bahwa manusia adalah anak lingkungannya, artinya orang-orang yang ada disekitarnyalah yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Untuk itu seorang mukmin haruslah memperhatikan lingkungannya, baik lingkungan rumah, kantor, bisnis bahkan lingkungan bermainnya.

Dia harus melakukan penseleksian terhadap orang-orang sekitarnya, siapa-siapa dari mereka yang akan menjadi kawan karibnya dan siapa-siapa yang akan menjadi kawan biasanya. Karena kawan karib biasanya bisa saling mewarnai berbeda halnya dengan kawan biasa. Sabda Rasulullah saw,”Seseorang itu tergantung dari (kualitas) agama kawan karibnya maka seseorang diantara kamu melihat siapa yang menjadi kawan karibnya.” (HR. Abu Daud)

3. Memperbanyak berdoa kepada Allah

Dalam hal ini Rasulullah saw mengajarkan kepada kita doanya,”Allahumma inni audzubika minal ajzi wal kasal wal jubni wal haromi wa audzubika min fitnatil mahya wal mamat wa audzubika min adzabil qobri, artinya; “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubuŁ‚.” (HR. Bukhori)

Sesungguhnya hati manusia berada diantara jari jemari Allah swt, Dialah yang kuasa mengarahkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Untuk itu agar hati ini terus diarahkan kepada kebaikan dan amal sholeh serta dihilangkan dari berbagai penyakit termasuk rasa malas maka mintalah kepada Allah melalui berdoa kepada-Nya, terutama doa diatas. Ucapkanlah doa itu di saat pagi hari tatkala ia hendak memulai aktivitasnya dan juga di saat petang hari tatkala ia mengakhiri aktivitasnya.

4. Menyadari kekeliruan dan mulailah melangkah.

Seseorang dikatakan baik ketika ia sudah menyadari kekeliruannya sebaliknya seseorang dikatakan buruk ketika ia sudah merasa bahwa dirinya baik. Kesadaran seseorang akan buruknya sifat malas adalah suatu modal berharga untuk ia bisa menjadi lebih bersemangat.

Tentunya kesadaran tersebut haruslah disupport dengan kemauan kuat untuk memperbaiki agar bisa berubah menjadi suatu amal.

Kesadaran akan kekeliruan adalah awal hidayah Allah swt kepadnya maka janganlah membuka kembali pintu-pintu setan untuk menguasainya dikarenakan kelengahan kita didalam menindaklanjutinya.

Untuk itu mulailah melangkah, seseorang bisa berjalan ribuan kilometer dikarenakan orang itu memulainya dengan satu langkah. Satu demi satu langkahnya diayunkan dengan keyakinan bahwa ia akan sampai pada titik akhir perjalanan yang diinginkannya.

Sesungguhnya perjalanan yang akan ditempuh masih sangat panjang untuk itu diperlukan kebersihan niat, kesabaran dan ketawakalan kepada Allah swt.

Wallahu A’lam


(Arsip Ustadz Menjawab)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG