Denny Siregar: Jokowi Menangkan Prabowo Sebenarnya Untuk Siapkan Gibran jadi Capres di 2029

eramuslim.com – Pegiat media sosial Denny Siregar menilai capres nomor urut dua Prabowo Subianto tidak mau cawapres-nya Gibran Rakabuming Raka menjadi calon presiden di Pilpres 2024 karena menginginkan dua periode.

Sehingga menurut Denny Siregar, Prabowo Subianto sudah pasti mengambil sikap untuk membendung pengaruh Jokowi yang ingin menyiapkan Gibran sebagai capres pada Pilpres 2029 mendatang.

“Kita tahulah kalau Jokowi memenangkan Prabowo sebenarnya dalam rangka menyiapkan Gibran anaknya jadi calon presiden di tahun 2029 nanti, dan Prabowo jelas tidak akan mau karena dia juga berniat untuk menjabat presiden kalau bisa dalam dua periode,” ujarnya dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Rabu (28/2).

“Prabowo tidak ingin membesarkan anak macan di dalam kandangnya sendiri, dan mengingat track record Jokowi yang bisa dengan tega mengkhianati Megawati, ibu yang membesarkannya sendiri, maka Prabowo juga sudah pasti ambil sikap untuk tidak dimakan Jokowi di kemudian hari,” imbuhnya.

Sementara itu, peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor menilai menilai Prabowo Subianto ingin membangun kekuatan penyeimbang untuk membendung pengaruh politik dari luar, termasuk Presiden Jokowi terkait seringnya bertemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”Ada tendensi Prabowo sedang membangun balance of power (keseimbangan kekuasaan) di dalam kubu pengusungnya. Hal itu penting supaya dia benar-benar bisa menjadi leader (pemimpin) ketimbang hanya pelaksana keinginan Jokowi,” kata Firman, Minggu (25/2), dikutip dari Kompas TV.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto telah menemui SBY sebanyak dua kali dalam sepekan terakhir. Pertama pada 17 Februari 2024 di Museum dan Galeri SBY-Ani Yudhoyono di Pacitan, dan terbaru di kediaman SBY, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu, Sabtu (24/2).

Firman mengatakan pengaruh Jokowi tidak hanya dalam mewujudkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres, namun juga terkait dengan keberadaan parpol pengusung paslon nomor urut dua itu yang juga merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

Demokrat menjadi parpol terakhir yang bergabung dalam pemerintah dengan masuknya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN).

Prabowo dinilai lebih mudah mendekati Demokrat yang menjadi oposisi selama hampir dua periode, dan juga pengaruh Jokowi lebih kuat pada parpol-parpol lain di dalam pemerintah seperti Golkar dan PAN.

“Prabowo sebagai orang yang (akan) berkuasa harus punya kaki di mana-mana, sehingga dia akan muncul sebagai kekuatan politik utama dan punya bargaining position,” kata Firman.

(Sumber: Populis)

Beri Komentar