Eramuslim – Tiga perempat bagian komplek Masjid Al-Aqsa yang bersejarah di Al Quds dibangun oleh imperium Ottoman. Pernyataan ini diungkapkan seorang cendekiawan Palestina saat menghadiri pertemuan di Istanbul dengan ulama dan akademisi dari Turki, Palestina, dan sejumlah negara lainnya hari Sabtu (31/03) kemarin.
“Al-Aqsa merupakan sebuah isu yang menyangkut seluruh komunitas Muslim. Kini kita melihat Turki memimpin komunitas ini,” ujar Nawaf Takruri, kepala Ikatan Ulama Diaspora Palestina di Luar Negeri.
Terkait akar Ottoman di Al-Aqsa, Takruri menjelaskan bahwa Turki menyikapi isu Al-Aqsa dengan kepedulian lebih dibandingkan negara lain.
Negara bagian Rakhine di Myanmar, Turkistan di Asia Tengah, dan Palestina “adalah masalah bersama umat [Muslim] dan bangsa,” ujarnya.
“Mungkin ada perbedaan tapi kita tetap harus bersatu. Masalah di negara-negara itu saling terkait satu sama lain. Musuh ingin memecah dan memisahkan kita,” ujar Nawaf Takruri seraya mengingatkan kembali bahwa Al Aqsha adalah masjid suci ketiga umat Islam. (aa/ram)

_(1)_(1)_(1).jpeg)


