Dizhalimi

Ass. Wr. Wb

Ustadz langsung aza yach, saya mau tanya saya mempunyai masalah yang cukup rumit. gimana caranya me manajemen hati bagi orang yang dizhalimi, dibohongi bahkan difitnah serta dilecehkan. Selain itu apa balasan allah bagi orang yang seperti itu

Sekian

Anggi

Wassalam

Saudari Anggi/ Ani, pertama-tama tentulah kita harus mengklarifikasikan segala tindakan dan perbuatan yang dianggapnya salah terlepas mereka mau menerima atau tidak klarifikasi kita. Lalu tunjukkan dengan perbuatan bahwa kita bukan seperti yang mereka bayangkan.

Kuncinya memang kita diminta untuk bersabar dan menjadikan hal ini sebagai ujian agar kita sebagai dekat dengan Allah SWT. Bukankah do’a kita akan semakin cepat dikabulkan Allah?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tiga macam orang yang do’anya tidak ditolak: Orang puasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizhalimi; di mana do’anya diangkat Allah hingga ke atas awan dan pintu-pintu langit pun terbuka untuknya, lalu Allah berfirman; Demi kemuliaan-Ku, sungguh engkau akan Aku tolong meski sesaat lagi." HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Yakinlah Allah pasti akan membalas setiap perbuatan zhalim yang dilakukan oleh siapapun. Dan pastilah pula balasannya akan setimpal baik di dunia maupun di akherat yang datangnya pun tidak bisa kita prediksikan.

Kisah di bawah ini mudah-mudahan dapat menjadi bagian dari solusi kita bersama:

Suatu hari ‘Aisyah yang tengah duduk santai bersama suaminya, Rasulullah S.A.W., dikagetkan oleh kedatangan seorang Yahudi yang minta izin masuk ke rumahnya dengan ucapan assamu’alaikum (kecelakaan bagimu) sebagai ganti ucapan assalamu’alaikum kepada Rasulullah.

Tak lama kemudian datang lagi Yahudi yang lain dengan perbuatan yang sama. Ia masuk dan mengucapkan assamu’alaikum. Jelas sekali bahwa mereka datang dengan sengaja untuk mengganggu ketenangan Rasulullah.

Menyaksikan polah tingkah mereka ‘Aisyah gemas dan berteriak: Kalianlah yang celaka!. Rasulullah tidak menyukai reaksi keras isterinya. Beliau menegur, "Hai ‘Aisyah, jangan kau ucapkan sesuatu yang keji. Seandainya Allah menampakkan gambaran yang keji secara nyata, niscaya dia akan berbentuk sesuatu yang paling buruk dan jahat. Berlemah lembut atas semua yang telah terjadi akan menghias dan memperindah perbuatan itu, dan atas segala sesuatu yang bakal terjadi akan menanamkan keindahannya. Kenapa engkah harus marah dan berang?"

"Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan secara keji sebagai pengganti dari ucapan salam?"

"Ya, aku telah mendengarnya. Aku pun telah menjawabnya wa’alaikum (juga atas kalian), dan itu sudah cukup."

Wallahu’alam.