Perang di Laut Cina Selatan Akan Meletus, Sebaiknya Indonesia Bersiap

Eramuslim.com – Intensitas konflik Laut Cina Selatan (LCS) di tengah pandemic corona ini malah meningkat. Kapal Amerika, Australia dan Cina sudah saling berhadapan. AS juga sudah parkir 4 pesawat pembom B-1 nya di pangkalan udara Andersen di Guam. Pasukan mengatakan pembom akan melakukan “misi pencegahan strategis” di wilayah Indo-Pasifik. Tinggal tekan picu senjata. Maka dimulailah Perang LCS.

Bila LCS menjadi wilayah perang berarti ekspor impor Cina sendiri, Filipina, Vietnam, Malaysia, Jepang, Taiwan bahkan Korea Selatan akan terhambat. Bila kegiatan ekspor impor dari wilayah terdampak ini terhambat, maka Indonesia sebaiknya harus sudah siap dengan alternatif dari negara di luar wilayah perang.

Para pemangku kepentingan Indonesia dari lembaga dan multi departemen terkait sudah waktunya duduk bareng merumuskan kebijakan unuk minimalisasi dampak baik hubungan luar negeri, pertahanan maupun ekonomi.

Ini memang harus dilakukan karena bila perang pecah di LCS maka dapat dipastikan tidak akan berlangsung sesaat. Akan makan waktu berbulan bulan, bahkan bisa setahun atau lebih dari itu. Juga harus ditegaskan sikap Indonesia dan juga ASEAN, membela Filipina, Malaysia , Brunei, Vietnam atau sebaliknya.