Akhirnya "Young Imam" Malaysia Terpilih

Sabtu, 31/07/2010 09:16 WIB | Arsip | Cetak

Seorang sarjana agama berumur 26 tahun, Jumat malam (30/7) menjadi pemenang dari acara ajang pencarian bakat yang sangat populer di TV Malaysia untuk mencari pemimpin muda Islam yang ajang pencarian ini telah mendapatkan perhatian dunia.

Program "Young Imam" telah mendapatkan 10 finalis di atas panggung yang acaranya tersebut diputar pada waktu prime-time. Dalam acara ini, para finalis diminta untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, memandikan mayat dan menyembelih domba menurut aturan Islam, dan mengajak anak-anak muda untuk jauh dari seks dan narkoba.

Sarjana Agama bernama Muhammad Asyraf Muhammad Ridzuan (26 tahun), mengalahkan Hizbur Rahman Omar Zuhdi, seorang guru agama 27 tahun di akhir musim acara ajang pencarian bakat 'Islami' tersebut, setelah 10 minggu seri acara ini yang dimulai pada bulan Mei lalu setelah bisa menyisihkan delapan kontestan lainnya.

Acara ini, yang adalah yang pertama dari jenisnya, mencoba mengikuti acara sejenis reality show TV seperti "American Idol" di AS dan "The X Factor" di Inggris, dan telah memicu antusiasme baru bagi umat Islam di kalangan pemuda Muslim.

"Saya merasa baik. Terima kasih kepada orang tua saya, istri saya dan sesama warga desa yang telah mendukung saya.," Kata Asyraf dengan penuh emosional di depan 1000 orang di studio pada akhir acara, yang disiarkan live melalui saluran gaya hidup Islam Astro Oasis.

Asyraf, mengenakan jubah panjang hitam setelan hitam, memeluk-runner up saingannya di panggung begitu ia dinyatakan sebagai pemenang, dan ia dimahkotai dengan kopiah putih ditengah sorak sorai para pendukungnya menyambut kemenangannya.

Pemenang acara ini akan mendapatkan perjalanan ke Mekkah untuk melakukan ibadah haji, beasiswa kuliah di Universitas Al-Madinah di Arab Saudi, dan pekerjaan menjadi imam di sebuah masjid.

Imam memainkan peranan yang penting di Malaysia - di mana lebih dari 60 persen dari populasi 28 juta jiwa penduduk Malaysia adalah Muslim - termasuk menjadi imam masjid terkemuka dan juga menjadi konselor bagi individu yang bermasalah.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang