Kubu Revolusioner Yaman Ambil Alih Lima Provinsi

Pada saat kubu revolusioner mengambil alih sebagian besar provinsi di Yaman, pasukan pemerintah menewaskan sedikitnya tiga demonstran di kota selatan Taizz.
Sekitar 3.000 orang berkumpul di luar kantor polisi di Taizz, terletak 300 kilometer (186 mil) selatan ibukota Sana'a, pada hari Minggu kemarin (29/5) untuk menuntut pembebasan seorang pengunjuk rasa yang ditahan oleh polisi, AFP melaporkan.
Pasukan keamanan menembakkan peluru ke udara dalam upaya untuk membubarkan kerumunan demonstran, tapi kemudian peluru ditembakkan ke arah mereka ketika para demonstran menolak untuk membubarkan diri.
"Tiga demonstran tewas oleh tembakan polisi dan puluhan lainnya terluka, beberapa mengalami luka serius," kata seorang pejabat rumah sakit pada kondisi anonimitas.
Sementara itu, revolusioner Yaman mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh telah kehilangan kendali atas lima provinsi, termasuk Mareb dan Saa'da.
Insiden ini datang pada saat terjadinya gencatan senjata antara pasukan Yaman yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh dan suku oposisi yang mulai berlaku pada hari Minggu kemarin.
Mediator kabilah Yaman mengatakan hari Sabtu bahwa pendukung Syaikh Sadeq al-Ahmar, pemimpin federasi kablilah Hashid, telah sepakat untuk meninggalkan bangunan publik di lingkungan kota al-Hasaba.
Perjanjian itu juga menyerukan untuk mengakhiri semua bentuk kehadiran pasukan bersenjata di seluruh distrik, dan menuntut loyalis Saleh untuk tidak menyerang kediaman Ahmar lagi.
Sementara itu, Ahmar - pendukung mantan Saleh - telah menuduh presiden mencoba untuk memicu "perang saudara" dalam upaya untuk tetap berkuasa.
Presiden Yaman telah berulang kali menolak menandatangani kesepakatan kekuasaan transisi yang akan membawa dirinya mengundurkan diri dengan imbalan kekebalan dari penuntutan hukum.
Menurut laporan setempat, ratusan demonstran anti-pemerintah telah tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan dengan polisi anti huru-hara dan angkatan bersenjata yang setia kepada presiden Yaman sejak demonstrasi anti-rezim dimulai pada akhir Januari lalu.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Sekjen Liga Arab: PBB Harus Mengakui Kenegaraan Palestina
Minggu, 29/05/2011 08:30 WIB - Turki Peringati 558 Tahun Penaklukan Kota Istanbul
Minggu, 29/05/2011 08:20 WIB - Pemberitaan Aksi "Jumat Kemarahan" di Situs Ikhwan Dikecam Pemuda Ikhwan
Minggu, 29/05/2011 08:14 WIB - AS Beli Helikopter Rusia untuk Misi Militer di Afghanistan
Minggu, 29/05/2011 08:05 WIB - Mubarak Didenda 90 Juta Dolar karena Putuskan Jaringan Komunikasi Mesir
Minggu, 29/05/2011 07:57 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



