Meretas Jalan Menuju Revolusi Baru (4) Gerakan Ikhwan Muda Lain

Kamis, 07/01/2010 10:30 WIB | Arsip | Cetak


Tidak semua Ikhwan muda reformis, tentu saja. Namun, generasi terbaru Ikhwan tampak secara substansial berbeda dari generasi tua. Mereka cenderung, misalnya, untuk menjadi golongan konservatif. Secara keseluruhan, Ikhwan muda konservatif ini lebih intelektual, dan terbuka daripada pendahulu mereka.

Berbeda dengan generasi tua, sebagian lagi dari Ikhwan muda tampaknya berusaha untuk terus mengatasi konsensus politik. Dengan kata lain, mereka menyadari perlunya membuat aliansi dengan golongan non-Islam dalam rangka membawa perubahan demokratis ke Mesir. Sebagai akibatnya, hal ini telah membelah ideologi antara pemuda Ikhwan dengan sangat kontras, dengan kesenjangan yang jelas antara generasi pertama pemimpin Ikhwan dan rekan-rekan mereka sendiri.

Ikhwan muda ini tampaknya telah menerima prinsip negara-bangsa, dan kurang tertarik pada ide tentang khilafah atau dalam berjuang untuk mendirikan sebuah pan-formasi politik Islam. Beberapa bahkan dengan tajam mengkritik kelompok-kelompok Islam yang mendukung pembentukan negara Islam. Untuk Ikhwan-Ikhwan muda ini, kewarganegaraan harus menjadi prinsip pengorganisasian utama negara, yang pada gilirannya harus melindungi hak-hak minoritas dan menjamin kesetaraan warga negara tanpa warna, etnis, agama, atau gender.

Ikhwan muda ini juga telah mengadopsi pandangan hubungan pragmatis dengan Barat. Banyak Ikhwan muda menyambut pidato Presiden Barack Obama, di Universitas Kairo pada tanggal 4 Juni 2009 dan percaya bahwa Obama dapat mengantarkan era baru hubungan antara AS dan dunia Muslim. Namun jangan lupakan pula, bahwa beberapa dari mereka, bagaimanapun, dengan cepat menyatakan bahwa perubahan di Mesir harus datang dari dalam, dan bukan sebagai hasil dari intervensi dari luar. Artinya, kedua gelombang arus besar pemuda Ikhwan ini mempunyai kubu dan pendukung yang sama besarnya.

Ikhwah muda ini juga berusaha untuk membuat struktur organisasi Ikhwan lebih transparan. Mereka menganjurkan bahwa kekuasaan harus secara rutin dirotasi di antara anggota kelompok, dan mereka menginginkan nilai-nilai otoriter yang telah berurat berakar dalam budaya Ikhwan, seperti ketaatan dan penghormatan bagi gerakan kepemimpinan, digantikan oleh kriteria objektif untuk mengevaluasi efektivitas seorang pemimpin dan keterampilannya.

Beberapa juga berharap untuk melihat perubahan Ikhwan dalam memberi kesempatan kepada orang-orang muda untuk posisi kepemimpinan dalam organisasi. Mustafa al-Naggar mengkritik adanya praktik pencalonan dan pemilihan orang-orang dalam organisasi didasarkan pada kepatuhan dan kesetiaan kepada kelompok dan ideologinya, bukan pada penilaian rasional platform politik dan ide mereka.

Ikhwan muda sangat percaya organisasi harus mengubah strategi politik dan taktik, baik yang berkaitan dengan rezim Mesir, kekuatan politik, dan partai-partai oposisi. Mereka menentang popularitas dan kemampuan Ikhwan untuk berhubungan dengan masyarakat Mesir, yang seolah-olah sekarang harus berdasarkan pamrih.

Sejauh ini Ikhwan belum mengembangkan strategi yang jelas untuk menghadapi tantangan-tantangan internal yang diajukan oleh para pemuda dan tuntutan mereka untuk reformasi. Pada awalnya, Ikhwan memilih untuk mengabaikan pemuda sama sekali. Tadinya, mereka menganggap suara di blog pemuda Ikhwan tidak lebih dari renungan pribadi yang sangat kecil jumlahnya.

Namun pada tahun 2007, pada titik ini, Ikhwan blogger tidak lagi dilihat hanya sebagai kasus yang terisolasi antara perbedaan pendapat, tetapi sebagai fenomena yang lebih besar yang mewakili tantangan serius bagi organisasi. Sebagai hasilnya, beberapa pemimpin Ikhwan mulai mengadakan rapat dengan Ikhwan blogger, baik pada kesempatan umum ataupun dalam pertemuan-pertemuan pribadi, seperti yang diatur antara Dr Muhamad Mursi, kepala divisi politik Ikhwan, dan sekelompok Ikhwan blogger. BERSAMBUNG

(sa/ikhwanweb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Gerakan Islam

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang