Israel Hancurkan Puluhan Ribu Buku Palestina

Jumat, 29/01/2010 05:43 WIB | Arsip | Cetak


Inilah salah satu lagi yang membuktikan jika Israel memang tidak pernah menghargai peradaban Islam. Selama menjajah Palestina, Israel telah menghancurkan puluhan ribu buku Palestina. Hal ini diakui sendiri oleh peneliti di Universitas Ben-Gurion.

Israel menjarah dan menghancurkan puluhan ribu buku Palestina. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Al-Jazeera Kamis (28), ia mengklaim bahwa Israel menghancurkan buku-buku Palestina dalam rangka menjalankan rencanan "me-Yahudi-kan negara" dan memotong bangsa dan budaya penduduk Arab.

Menurut sang doktor, pemerintah Israel mengumpulkan puluhan ribu buku-buku Arab di Yerusalem, Jaffa, Haifa, Safed, dan kota lainnya. Para pejabat Israel menyebutkan buku sebagai "ancaman keamanan." Berdasarkan arsip Israel, pasukan IDF menjarah buku-buku dari rumah-rumah warga Palestina selama "Nakba" dan menyerahkan hasil jarahan kepada pihak berwenang.

Pembantaian Budaya

Para peneliti mengatakan kepada al-Jazeera bahwa menurut dokumen yang dimilikinya, Israel sudah menghancurkan 27.000 buku hanya pada tahun 1958 saja, mengklaim bahwa buku-buku itu tidak berguna dan mengancam Israel.

"Ini adalah pembantaian budaya yang dilakukan dengan cara yang sangat buruk daripada kolonialisme Eropa," ujar sang peneliti. Dia menambahkan bahwa beberapa buku dijual dengan harga diskon untuk sekolah-sekolah Palestina, sementara yang lain dipindahkan ke perpustakaan Universitas Ibrani di Yerusalem.

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 6.000 buku Palestina saat ini tersedia di Perpustakaan Nasional di Universitas Ibrani. Namun, ia mengklaim bahwa banyak buku- lain dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis tidak tercatat, sebagian besar dari buku-buku itu disimpan di gudang perpustakaan dan tidak dapat diakses. (sa/ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang