Apa Indikasi Orang Sukses yang Bermanfaat Bagi Orang Lain?

Magdalena – Senin, 16 Ramadhan 1432 H / 15 Agustus 2011 11:27 WIB

(Bagian ke-7 dari tulisan "Rahasia Meraih Sukses Tanpa Henti")

Indikator Memberikan Manfaat bagi Orang Lain

Apa indikator dari orang yang sukses karena telah memberi manfaat bagi orang lain? Bagaimana kita bisa mengategorikan orang yang telah memberikan manfaat bagi orang lain? Ada beberapa indikator yang bisa disebutkan disini, yaitu :

  1. Bahwa bentuk memberikan manfaat bagi orang lain itu bisa beragam. Dapat berupa sumbangan immaterial, seperti pemikiran, ide, nasehat, ajaran, atau keteladanan. Bisa juga berupa sumbangan materi seperti uang, barang, sarana, fasilitas, dan lain-lain. Pendek kata sumbangan itu dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.
  2. Jumlah orang yang merasakan manfaat sumbangan Anda bisa banyak atau sedikit. Sumbangannya juga bisa bernilai kecil atau besar. Dari sisi waktu, bisa berupa sumbangan yang rutin atau insidental. Semakin banyak dan besar serta semakin rutin sumbangan manfaat yang Anda berikan kepada orang lain, berarti semakin besar kesuksesan Anda.
  3. Ada sebagian orang yang merasa ia telah memberi manfaat kepada orang lain karena telah memenuhi kebutuhan orang tersebut atau telah membuat orang itu senang (terhibur). Hal ini salah! Sebab memenuhi kebutuhan dan kesenangan orang lain belum tentu baik. Contohnya, Anda memberikan orang lain uang untuk memenuhi kebutuhannya berjudi atau Anda menyenangkan (menghibur) orang lain dengan menyajikan tayangan porno. Hal ini tentu saja tidak termasuk kategori yang memberikan manfaat bagi orang lain. Sebab memberikan manfaat bagi orang lain ukurannya adalah apakah sesuatu yang disumbangkan itu dapat meningkatkan kemuliaan dan kualitas kemanusiaan orang tersebut atau tidak.

    Jadi ukurannya adalah nilai berupa kualitas dan kemuliaan, bukan perasaan atau kebutuhan yang sifatnya subyektif dan nisbi. Jika apa yang Anda berikan tidak meningkatkan kemuliaan dan kualitas orang lain, maka hal tersebut tidak terima ‘sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain’, walau Anda berupaya membungkusnya dengan alasan yang rasional. Ali bin Abu Tholib pernah berkata, "Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberikanmu kemuliaan diri."

  4. Mungkin saja Anda pernah melakukan perbuatan untuk kepentingan diri sendiri dan tak ada manfaatnya bagi orang lain, namun jika jumlah dan frekuensinya jauh lebih kecil dari perbuatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, maka Anda masih dikategorikan sebagai orang yang sukses. Hal itu karena waktu Anda lebih banyak diberikan untuk kepentingan orang lain daripada untuk kepentingan diri sendiri.
  5. Jika manfaat yang Anda berikan kepada orang lain itu berumur panjang dan tetap dikenang setelah Anda meninggal dunia, maka manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat yang hanya dirasakan orang lain ketika Anda masih hidup. Pada saat itu Anda telah mendapatkan sukses yang besar. Sukses yang dialami oleh para nabi dan rasul, pemimpin, penemu, dan para pahlawan di sepanjang sejarah manusia. Mereka sukses karena telah meninggalkan warisan yang bermakna bagi orang-orang sepeninggal mereka. Pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama”.

Jika berbagai indikator kesuksesan berdasarkan manfaat bagi orang lain telah Anda peroleh berarti Anda telah menjadi orang sukses dalam arti sebenarnya. Anda lebih sukses daripada orang yang kaya, populer atau memiliki jabatan tinggi tapi hidupnya lebih banyak memberikan kerugian dan menzalimi orang lain.

Sukses berdasarkan manfaat bagi orang lain adalah sukses yang dapat Anda peroleh tanpa henti. Mengapa? Karena anda bisa memperolehnya sepanjang waktu asalkan Anda mau memprioritaskan waktu, tenaga dan pikiran untuk lebih peduli kepada orang lain, bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Cara untuk memulai hidup yang memberikan manfaat bagi orang lain

Untuk memulai hidup yang memberikan manfaat bagi orang lain, cara yang perlu dilakukan adalah :

  1. Lakukan evaluasi apakah perbuatan Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak atau untuk diri sendiri. Caranya dengan menginventarisir kegiatan Anda akhir-akhir ini (misalnya sebulan terakhir). Lihat mana kegiatan yang manfaatnya untuk kepentingan diri sendiri atau untuk orang lain. Kegiatan mengurus keluarga termasuk kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain tapi tingkatannya kecil karena pengaruhnya hanya untuk sedikit orang.
  2. Jika dari evaluasi ternyata lebih banyak kegiatan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk keluarga Anda, segeralah berubah! Anda perlu lebih banyak mengisi waktu Anda untuk kepentingan orang banyak. Rancanglah aktivitas yang perlu Anda lakukan di masa mendatang yang dampaknya lebih dirasakan orang banyak. Misalnya, ikut kegiatan sosial, membimbing orang lain, membantu kesulitan orang lain, mengunjungi daerah-daerah kumuh, silaturahmi, menulis, dan lain-lain.
  3. Jaga agar ritme hidup Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak. Hilangkan kebiasaan untuk melakukan kegiatan bagi kepentinan diri sendiri. Kegiatan yang bermanfaat untuk orang banyak tidak selalu mengharuskan Anda mengeluarkan dana. Hiduplah dengan tujuan untuk memberi manfaat bagi sebanyak banyaknya orang. Jangan ikuti perasaan Anda yang hanya ingin hidup bersenang-senang dan memuaskan hawa nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Hidup seperti itu kelihatannya enak dalam jangka pendek, tapi akan membawa penyesalan dan kegelisahan di kemudian hari. Suatu ketika Anda akan merasa hampa karena merasa kurang berarti bagi orang lain.

(bersambung)

Self Motivation Terbaru

blog comments powered by Disqus