Konsep Rumah Sekolah

Firdaus Putra – Selasa, 6 Zulqa'dah 1429 H / 4 November 2008 22:38 WIB

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz Aria yang dirahmati Allah, saya mempunyai tanah kavling 11×12 meter, dan berencana membuat TK Islam dan juga sebagai rumah tinggal.

Mohon bantuan ustadz memberikan penjelasan atas maksud saya ini, untuk lantai 1 adalah untuk TK Islam dengan kebutuhan ruangan: 3 ruang kelas, 1 ruang umum, 1 ruang administrasi/guru, taman bermain, toilet. Dan untuk lantai atas (rumah) dengan kebutuhan ruangan: 1 kamar utama, 2 kamar anak, 1 mushola, 1 ruang keluarga, dapur dan toilet.

Mohon juga gambar dan denahnya. Terima kasih uztadz. Jazakumullah khairan katsiro

Wassalamualaikum Wr Wb

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Akhina Firdaus, membuat sekolah berlabel Islam memang penuh tantangan di era globalisasi ini, dimana Islam selalu difitnah dan dilecehkan. Banyak pihak-pihak yang tidak senang dengan mulai merebaknya sekolah-sekolah Islam, karena mereka tahu bahwa penanaman benih aqidah dan akhlak islam sejak dini merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah generasi muda Islam jatuh dalam lembah kemaksiatan serta menjadi islamiphobia (minder dan takut pada nilai-nilai keIslaman). Mereka berupaya membuat sekolah-sekolah tandingan dengan kedok international school yang katanya bisa mengantisipasi globalisasi, dan anehnya banyak orang Islam yang latah karena takut dibilang kampungan dan ketinggalan jaman.

Saya sangat mendukung perjuangan anda dan mudah-mudahan anda berhasil mencetak generasi muda yang bangga akan Islam dan mau memperjuangkan li ila kalimatillah di muka bumi ini, Allahu Akbar….!

Menilik dari keterangan yang anda berikan, sebenarnya saya masih kekurangan informasi mengenai kapasitas kelas yang anda inginkan, sehingga saya berasumsi bahwa kelas lebih efektif dan terarah jika tidak terlalu besar, sehingga lebih mudah untuk mengaturnya. Dari 3 kelas yang anda inginkan 1 buah saya buat dengan ukuran 3m x 3.5 m dan 2 kelas lainnya berukuran 3m x 3m. Agar kelas lebih fleksibel, misalnya akan digunakan untuk drama, olah raga dan lain-lain sebaiknya sekat antara ke duanya dibuat tidak permanen, sehingga sewaktu-waktu bisa dibuka atau ditutup. Letak ke 3 kelas ini ada dibagian muka sehingga bisa mendapatkan pencahayaan yang optimal selain juga mudah untuk mengaksesnya. Untuk masuk ke dalam kelas harus melewati pintu masuk selebar 1.5 m dimana pada saat jam pelajaran bisa ditutup sehingga anak tidak menyelinap keluar. Dengan adanya pintu ini juga akan mengamankan rumah tinggal di bagian atas sehingga pada saat sekolah selesai, pintu masuk bisa dikunci.

Taman hijau dan taman bermain ada di bagian depan, anda bisa melengkapi dengan beberapa permainan yang mengasyikan seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan sebagainya, tentunya dengan menyesuaikan terhadap ukuran taman bermain yang tidak terlalu besar. Taman hijau dipisahkan dari taman bermain oleh selasar masuk dimana anda bisa meletakkan pot-pot berbagai jenis tanaman yang tujuannya agar anak-anak mencintai tanaman dan punya kesadaran tinggi untuk menyayanginya.

Ruang umum dan ruang administrasi / ruang guru, ada di bagian dalam dan dihubungkan dengan hall kecil yang juga bisa digunakan untuk kegiatan belajar. Pencahayaan ke ruang-ruang ini masuk melalui bukaan kearah taman. Walaupun tidak optimal karena agak terhalang oleh tangga tetapi cukup membuat ruangan tidak gelap. Toilet letaknya di sayap kiri dan kanan bangunan. Dengan adanya 2 buah toilet ini pemakaiannya bisa diatur, apakah satu dikhususkan untuk anak-anak sedangkan yang lain untuk guru-guru atau karyawan atau bisa juga dipisahkan khusus untuk putra dan khusus untuk putri.

Untuk naik ke lantai atas digunakan tangga berbentuk U, tangga ini berada di tengah-tengah bangunan dan menyatu dengan sebuah taman kecil. Sampai di lantai atas, anda akan disambut sebuah ruang kelurga yang menjadi pusat seluruh kegiatan. Ruang keluarga yang dilengkapi 1 set sofa dan TV ini menghubungkan 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, musholla serta kamar mandi anak. Ruang tidur utama berukuran 3m x 5m dilengkapi dengan kamar mandi dalam. 2 kamar tidur anak lainnya berukuran masing-masing 3m x 3m.

Dapur ada di sayap kiri dan dan langsung berhubungan dengan ruang makan, sedangkan musholla ada di sayap kanan, dilengkapi dengan tempat untuk berwudhu.

Penampilan bangunan, bergaya tropis modern dengan sentuhan nuansa Islam pada lengkungan-lengkungan di pintu masuk serta jendela kelas. Bentuk jendela bawah dan atas sengaja dibedakan untuk menjelaskan fungsi yang berbeda yaitu sekolah di bagian bawah dan tempat tinggal pada bagian atas. Atap bangunan dibuat dengan permainan ketinggian yang berbeda untuk menghindarkan tampilan atap yang terlalu memanjang. Teritisan depan dibuat agak panjang (1.5m) agar kamar-kamar di bawahnya menjadi teduh. Untuk menghindarkan pelendutan pada teritisan maka ditopang oleh kayu-kayu yang memanjang sehingga penampilan bangunan lebih estetis. Bagian dinding depan dari pintu masuk dibuat agak menonjol dan diberikan sentuhan batu alam seperti batu candi untuk memberikan aksen pada bangunan. Canopy dengan konstruksi kantilever (tanpa tiang penopang di bagian depan) menambah gagah penampilan dari bangunan sekaligus berfungsi melindungi pintu masuk dari tampias air hujan.

Akhirnya selesailah desain kolaborasi rumah dan sekolah kita kali ini, keterbatasan lahan, jangan membuat kita mundur untuk membuat sekolah yang ideal, karena yang terpenting di sini bukan fasilitas serba lengkap yang dibutuhkan, melainkan azzam yang kuat sert niat yang ikhlas, untuk mendidik si kecil menjadi seorang mujahid dan mujahidah…., belajarlah dari Laskar Pelangi, dengan keterbatasan yang ada tapi semangat tak penah luntur menyongsong hari depan yang cerah…

Wallahu a’lam bish-shawab, Wasalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus