Rumah Petak Di Banjarmasin

Fitria Sauli Abadi – Kamis, 18 Rabiul Akhir 1432 H / 24 Maret 2011 04:33 WIB

Assalamu’alaikum wr. wb.

Bapak Andan yang dikasihi Allah. Saya adalah anak laki-laki satu-satunya dari 3 bersaudara. Kami memiliki sebidang tanah warisan orang tua yang terletak di samping kanan rumah orang tua yang kami tempati sekarang. Tanah tersebut berukuran panjang 17 m dan lebar 10 m. Karena dari 3 bersaudara ini hanya saya yang telah memiliki pekerjaan tetap, sedangkan kedua saudara perempuan saya hanya bergantung pada warung/kantin makanan yang ada di rumah kami, maka saya mempunyai niat untuk membangun rumah petak di tanah tersebut dan insya Allah hasilnya untuk kedua saudara perempuan saya. Mohon bantuan Bapak untuk dapat membuatkan denah rumah petak tersebut, yang kalau memungkinkan terdiri dari 5 buah rumah petak, yang masing-masing rumah mempunyai ruang tamu, ruang tidur, dapur (dapur kotor), dan sedikit ruang terbuka untuk jemuran. Sebenarnya saya sudah mencoba membuiat desain dengan mencontoh dari beberapa desain yang ada dalam rubrik yang Bapak asuh, namun apa daya karena keterbatasan pengetahuan saya tentang desain bangunan, ternyata saya tidak mampu untuk mendapatkan desain yang maksimal.

Sebagai gambaran, tanah tersebut mengarah ke Barat, sebelah kiri berbatasan dengan rumah kami dan sebelah kanan dengan rumah paman kami. Kondisi tanah, sebagaimana tanah di Banjarmasin umumnya adalah berupa tanah rawa.

Demikian, besar harapan kami semoga Bapak dapat memberi bantuan. Mohon maaf kalau ada khilaf kata. Atas perhatian, kesempatan dan bantuannya kami ucaapkan terimakasih.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Bapak Fitria Sauli di Banjarmasin, sungguh mulia amal sholeh yang bapak kerjakan. Memperhatikan 2 saudara perempuan dan memberi nafkah pada mereka. Perlu dicontoh oleh netters sekalian kebaikan mulia ini. Karena banyak sekali potret keluarga yang centang perenang tak terurus. Dulu kakak beradik satu rumah satu atap. Namun saat orang tua tiada berakhir pula perhatian sesama. Yang kaya makin kaya. Yang susah pun sungkan menyentuh. Jadi sekali lagi menurut saya, amal netters sahabat kita dari Banjarmasin ini perlu dicontoh.

Semangat Pak Fitria Sauli juga bagus. Ikut mengutak-atik sendiri tanah tersebut. Walaupun akhirnya menyerah dan kemudian mengirimkan email ke kami. Kata nabi : ‘antum a’lamu umurid dunyakum’. Engkau lebih mengetahui urusan dunia mu. Saya maknai hadits ini dengan profesionalitas. Alhamdulillah saya diberikan ilmu oleh Allah dalam bidang arsitektur. Alhamdulillah pula diberi hidayah untuk menggunakannya di jalan dakwah.

Untuk itu mari kita selami telaah disain rumah kos di Banjarmasin kali ini. Tanah 10 x 17 m saya olah dengan bentuk memanjang. Hingga menyisakan gang 2 meter yang dapat dimanfaatkan untuk teras dan lalu lalang motor. Ditambah dengan sisa tanah di muka jalan 2 meter juga maka pola pembagian 5 rumah petak ini menjadi serasi.

Kamar tidur saya letakkan di belakang. Dengan ini kita bisa memperoleh ruang luas. Karena konsepnya ‘kuldesak’. Sedikit berbagi dengan teori arsitektur yang saya dapatkan di bangku kuliah kampus Universitas Pancasila dulu. Kuldesak adalah pola sirkulasi yang berakhir pada areal buntu. Nah, titik buntu ruangan ini adalah kamar tidur itu sendiri. Lalu sepanjang sirkulasi menuju ke kamar tidur dapat dimanfaatkan ruang – ruang yang lain. Jadi ruang keluarga terasa longgar. Dapur juga agak tersekat karena ada kamar mandi di tengah. Di dapur juga kita dapat menjemur pakaian. Karena atap di atasnya transparan.

Sisa lahan di muka tanah bisa dimanfaatkan untuk kantin sederhana. Jadi bisa double income. Sekaligus mengoptimalkan usaha kantin makanan yang selama ini sudah jalan di rumah. Yang jelas market utama-nya adalah penghuni kos. Namun tentunya kita harapkan ia juga dapat meraih market dari orang yang lalu lalang di depan jalan.

Mengenai tanah rawa yang bapak sampaikan, sebaiknya menggunakan pondasi yang dibawahnya ada cerucuk bambu. Batangan-batangan bambu sepanjang 50 cm s/d 75 cm yang ditancapkan di bawah pondasi batu kali. Hal ini untuk menambah daya cengkeram pondasi ke tanah.

View ini nampak seperti muka bangunan. Namun bagian ini sebenarnya sisi samping bangunan. Hanya saya buka temboknya. Jadi memang benar nampak seperti muka bangunan. Saya ingin menunjukkan gradasi warna biru yang ada. Sekaligus menegaskan 3 dimensi dari 5 rumah petak yang ada. Alhamdulillah sesuai dengan keinginan yang ada. 5 Petak tercapai di tanah ini. Segala puji bagi Allah yang telah memberi ilham hingga pembagian petaknya menjadi baik dan benar. Semoga kelak pembagiannya keuntungannya juga baik dan benar.

Secara keseluruhan bangunan ini menhadap ke kiri lahan. Hal ini saya buat agar ia juga dapat menghadap ke rumah tinggal yang sekarang ada. Hingga pengawasan rumah kos menjadi mudah. Bukan berarti ‘memunggungi’ rumah paman di sebelah kanan. Tujuan sebenarnya adalah menjaga agar areal privasi rumah tinggal paman tidak terganggu.

Terakhir saya berpesan pada Pak Fitria Sauli agar merawat tanah waris ini dengan baik. Karena banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari akan pengelolaan warisan yang tidak sesuai dengan syariah. Dudukkan sesuai agama hak masing-masing yang diperoleh. Jika ada yang merasa kelebihan dan ingin berbagi maka ia akan jadi sedekah. Namun secara hak sudah tunai.

Selamat menunaikan ibadah sahur bagi yang ingin berpuasa sunah pada hari ini. Semoga sahur kita berkah.Mari kita doakan keluarga kita agar menjadi mawadah sakinah wa rahmah. Tetangga kita agar menjadi sahabat yang sholeh. Rekan kerja kita agar menjadi partner yang amanah. Sebut nama mereka dan hadirkan dalam hati kita. Agar saling tertaut dalam ukhuwah dan melebur dosa. Karena tak ada manusia yang bersih dari dosa. Untuk itu dengan wasilah doa kita berharap ampunan-Nya. Serta dengan amal sholeh kita tutupi kekurangan diri ini.

Akhirul kalam,

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuh

Andan Nadriasta, ST – [email protected]

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus