Rumah Tingkat Semu di Lahan 10 x 10 m

Bangun Rumah 123 – Selasa, 11 Rabiul Awwal 1434 H / 22 Januari 2013 05:54 WIB

Assalamualaikum wrohmatullohi wabarokatuh
Pak ustadz Andan di eramuslim.com, perkenalkan saya Dwi. Alhamdulillah suami memiliki tanah tanah dengan ukuran 10m x 10 m. Saya ingin sekali  memiliki rumah yang sederhana dan minimalis. Saya ingin memiliki rumah 2 lantai. namun tetap sederhana dan tidak terlihat 2 lantai apabila tampak dari luar.
Demikian pertanyaan kami, terima kasih pak ustadz  Andan sebelumnya.
Wassalaamu’alaikum wrwb
Dwi
Wa’alaikum salam wrwb
Ibu Dwi yang saya hormati, semoga Allah melimpahkan rizki yang berlimpah untuk ibu sekeluarga. Hingga rumah yang diimpikan ini dapat segera terwujud. Hingga dapat semakin bersyukur dan berbakti kepada Allah.
Sayang sekali ibu tidak mencantumkan data-data kebutuhan ruangnya. Untuk itu saya coba buat 2 kamar tidur di bawah. Dengan ruang tamu yang terpisah. Agar privasi keluarga tetap terjaga. Lalu ruang keluarga dan ruang makan menyatu hingga lapang dan nyaman menatap taman belakang.
Tangga saya selipkan di sisi kanan bangunan. Dengan tujuan menekan ketinggian atap. Hingga bagian depan tangga dapat saya buat atap lantai satu. Posisi ini juga sekaligus menjadi pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.
Untuk lantai atas saya atur ruang tidur di belakang. Hingga saya bisa menyembunyikan ketinggian atap yang menjulang tinggi. Nah, dengan cara ini kita akan memperoleh konsep rumah tingkat semu yang ibu Dwi inginkan.
Void di tengah membuat lapang suasana. sekaligus menjadi dudukan atap tingkat semu. Dan juga dudukan tangga yang bersembunyi di atap lantai satu. jadi perbedaan atap lantai satu dan dua tidak terlalu terlihat.
Ruang cuci jemur dan ruang pelayan saya sembunyikan di balik tembok putih menjulang tinggi. Dengan atap dak beton yang dapat digunakan untuk tangki air. Karena atap carport saya teruskan keatas, maka tetap saja tidak nampak pola lantai duanya.
Teras saya buat dengan atap pet beton. Walaupun sesungguhnya bisa juga saya buat atap genteng yang menerus. Namun unsur minimalisnya kurang terlihat. Jadi saya lebih nyaman memilih atap pet beton yang simple dan berkesan modern.
Nah, jika kita lihat dari muka maka akan benar – benar terasa konsep rumah tingkat semu ini. Lubang angin di atas atap tidak menunjukan ia lantai dua. Padahal pada posisi tersebut sudah merupakan bagian dari lantai dua. Karena ia merupakan lubang ke void dan ruang duduk di atas.
Teras di samping dapur bisa kita jadikan tempat untuk menyimpan motor atau sepeda. Orang pada image di gambar ini merupakan posisi teras tersebut. Maka kita bisa menyekat carport dengan teras dengan menggunakan pintu besi dan kawat nyamuk. Hingga berfungsi sebagai pengaman dan sirkulasi hawa.
Terakhir saya tampilkan bird eye view. Gambar ini akan memudahkan kita menterjemahkan pola atap. Dengan atap tumpuk yang ssesungguhnya bagian belakang  adalah lantai dua. Maka rumah ini beranr-benar sehat melalui sirkulasi hawa di celah atap tumpuk yang ada.
Nampaknya cukup sekian jumpa kita. Semoga netters eramuslim.com dimanapun anda berada dapat mengambil manfaat dari apa yang kami sajikan ini. Terimakasih atas aksesnya kepada kami. Semoga silaturahim kita senantiasa terjalin.
Netters sekalian, sekali lagi saya mohon maaf. Karena tampilan gambar artikel ini belum tampil sempurna di awal tayangan. Karena beberapa aktivitas saya yang cukup padat. Ditambah suasana Jakarta yang darurat banjir. Hingga siang ini saja saya masih harus mengunjungi kawan sesama arsitek yang rumahnya terendam banjir. Mobilnya terendam hingga sampai ke jok kursi.
Alhamdulillah sebelum zuhur saya sempat perbaiki up date ini. Mohon maaf sekali lagi bila ada kekurangan. Untuk Ibu Dwi, semoga tampilan ini bermanfaat. Salam untuk keluarga di rumah.
Wassalaamu’alaikum wrwb

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus