Mendesain Rumah di Lahan Tipis Memanjang 4×21 M2

Alifulya – Kamis, 16 Rabiul Awwal 1430 H / 12 Maret 2009 10:51 WIB

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Saya mau tanya bagaimana contoh design arsitektur yang cocok untuk bangunan dengan lahan yg bisa dibangun berukuran tipis memanjang 4x21m2.

Sebagai informasi, tanahnya sebenarnya berukuran 7×24 m2, tapi karena berada di hook dan mengingat sempadan jalan, maka yg bisa dibangun hanya 4x21m2.

Wassaalam..

abu alif

Wa ‘alaikumussalam Wr.Wb…

Saudara Alif di bumi Allah, Alhamdulillah saya bisa kembali bersilahturahim dengan anda walaupun hanya di jagat maya ini.

Kondisi tanah seperti milik anda memang sering ditemui, sekilas terkesan cukup luas tapi ternyata pada saat hendak dibangun masalah baru timbul karena tanah terpotong oleh Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang paling tidak lebarnya ½ dari lebar jalan. Apalagi jika posisi tanah berada di sudut atau hook…paling tidak ada 2 sisi lahan yang terpotong oleh jarak bangunan ini. Yah itulah yang namanya peraturan dalam membangun, tujuannya memang positif…agar masih tersisa ruang bernafas sehingga lingkungan menjadi tertata, tidak kumuh dan tidak menzholimi tetangga sekitarnya. Dengan adanya ruang terbuka tersebut juga menjadikan resapan air hujan menjadi lebih baik sehingga lingkungan tidak mengalami kekeringan pada saat kemarau dan banjir dikala penghujan.

Karena itu, sebaiknya dalam membeli tanah… apalagi bukan di kompleks perumahan harus dicermati lebih dulu dari rencana tata ruangnya, berapa KDB atau Koefisien Dasar Bangunan nya yaitu maksimal luas lahan yang boleh dibangun berupa prosentase dari luas tanah yang boleh dibangun. GSB atau Garis Sempadan Bangunan, yaitu jarak bangunan dari jalan serta Advis Planningnya apakah ada rencana pelebaran jalan dan sebagainya. Jika kita sudah terlanjur membelinya memang akan timbul masalah apalagi ruang yang dibutuhkan cukup banyak. Akhirnya mau tidak mau kita harus membangunnya ke atas yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Dengan kondisi lahan milik anda ini, kita ambil nilai positifnya saja….anda memiliki ruang terbuka lebih luas dan bangunan masih bisa dibuat tidak bertingkat, hanya harus disiasati agar ruang-ruangnya tetap memiliki sirkulasi yang baik serta cahaya dan penghawaan yang optimal.

Jika ditilik dari desainnya mau tidak mau bangunan harus dibuat memanjang, hanya harus disiasati agar ruang-ruang dan tampilan bangunannya tidak monoton. Ruang terbuka yang menghadap lahan yang memendek dibuat menjadi taman dan carport. Secara berurutan dari sisi tersebut dibuat ruang tamu dengan teras yang menyudut ke dalam selebar 1.2 m x 1.5 m. Dengan selasar selebar 1.2 m, ruang tamu ini dihubungkan dengan ruang tidur anak seluas 2.8 m x 3 m, ruang keluarga dan taman dalam berukuran 4.5 m x 3.5, ruang tidur utama berukuran 2.8 m x 4 m, kamar madi berukuran 2 m x 1.5 m, dapur berukuran 2.8 m x 2.5 m dan ruang servis berupa ruang tidur pembantu, kamar mandi pembantu dan ruang jemur di bagian paling belakang.

Ruang keluarga sebagai sentral dari bangunan dibuat lebih menonjol dengan teras dan taman terbuka yang juga berfungsi sebagai media pengantar cahaya dan udara untuk ruang-ruang tidur di kanan kirinya. Agar teras ruang keluarga tetap terlindungi tetapi tidak melanggar GSB, maka konstruksi kanopi diatasnya dibuat menggantung (kantilever).

Agar selasar atau koridor penghubung tidak gelap dan sempit, maka dibuatlah bukaan-bukaan berupa jendela-jendela pada sisi bangunan yang menghadap lahan yang memanjang.

Tampilan bangunan dibuat dengan bentuk ruang dan variasi ketinggian yang berbeda. Ruang tamu sebagai ruang penerima, bentuknya seperti kubus atau kotak yang tercoak oleh ruang teras. Bagian teras yang tercoak tersebut dilindungi dengan kanopi atap datar dari dak beton yang melebar kearah depan untuk melindungi bukaan kaca sudut dan jendela di bawahnya. Pemecahan atap miring di atas ruang keluarga dengan meninggikan 50 cm juga mampu menghindarkan bentuk atap yang terlalu memanjang. Bagian ruang servis juga menggunakan atap datar agar dapat meletakkan tanki air diatasnya, sedangkan ruang jemur tetap dibiarkan terbuka dengan sekat dinding agar tidak terlihat dari depan.

Alhasil… walaupun tipis memanjang, bangunan ini tetap dapat tampil artistik dengan ruang terbuka yang cukup luas.

Mudah-mudah bisa menjadi inspirasi bagi saudara Alif dan keluarga sehingga tidak ragu lagi dalam mewujudkan rumah idaman anda di lahan tersebut.

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb…

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus