Apa Beda Adas dan Kacang Adas?

Redaksi – Senin, 3 Rajab 1434 H / 13 Mei 2013 15:03 WIB

kacang adasBarangkali anda sudah tidak asing dengan adas, rempah yang bisa jadi campuran jamu atau juga bumbu masak. Namun apakah sama rempah adas dengan adas yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an dan beberapa hadits?

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta…” (Q.S. Al Baqarah : 61)

Ibnu Qoyyim menyatakan dalam kitab Thibbun Nabawi bahwa ada beberapa hadits batil yang berkaitan dengan adas, diantaranya:

adas“Dengan adas ini, Allah telah menyucikan tujuh puluh nabi.”

“Adas bisa melunakkan hati dan mempermudah seseorang meneteskan air mata. Adas adalah makanan orang-orang shalih.”

Adapun hadits yang derajatnya paling sahih menurut Ibnu Qoyyim adalah yang menerangkan perilaku orang-orang Yahudi, yakni:

“Adas adalah kesukaan orang-orang Yahudi. Mereka lebih mengutamakannya dibandingkan dengan manna dan salwa.”

Adas yang dimaksudkan sebagai makanan kesukaan orang-orang Yahudi adalah kacang lentil. Lentil (Lens culinaris) adalah sejenis kacang buncis yang berbentuk bulat pipih dan berada di dalam polongnya. Setiap polong lentil biasanya berisi dua buah biji lentil. Kacang lentil telah dijadikan sebagai makanan pokok sejak 9.500 sampai 13.000 tahun yang lalu.

Lentil dibudidayakan sejak era Yunani klasik, yakni sekitar 6.000 SM. Bersama gandum dan jelai, lentil telah dijadikan makanan pokok di awal kebudayaan bangsa Yunani. Orang kaya Yunani memandang lentil sebagai makanan orang-orang miskin dan kaum borjuis menolak makan lentil. Orang-orang Romawi juga berpendapat serupa, bahwa lentil adalah makanan bernutrisi bagi orang yang berstatus sosial lebih rendah.

Lentil juga hidangan yang paling penting bagi diet di India. Lentil dianggap dapat menggantikan daging bagi kaum vegetarian karena nutrisionis menganggap lentil kaya kandungan protein dan mineral.

Ada banyak jenis kacang lentil, mulai dari yang berwarna oranye kemerahan, coklat, hijau hingga berwarna hitam. Ukuran lentil juga bervariasi dan dijual dalam bentuk telah dikupas atau yang masih berkulit.

Menurut penuturan Ibnu Qoyyim kulit lentil bersifat panas dan kering pada tingkatan ketiga, agak tajam di perut. Lebih baik dikonsumsi secara utuh karena isinya agak sulit dicerna disebabkan sifatnya yang dingin dan kering. Lentil dapat menambah unsure hitam dalam tubuh, oleh karenanya berbahaya bagi yang bermasalah dengan empedu hitam, juga berbahaya bagi saraf  dan mata.

Ibnu Qoyyim juga berpendapat terlalu banyak mengonsumsi lentil bisa mengakibatkan berbagai penyakit berat, seperti was-was, lepra dan demam. Lentil sangat tidak baik bila dikonsumsi bersama makanan yang miskin gizi. Apabila dikonsumsi bersama makanan manis bisa menyebabkan penyumbatan liver. Kebanyakan makan lentil juga dapat menggelapkan pandangan, susah buang air kecil, pembengkakan dingin dan angin duduk.

Allah telah memberikan karunia kepada Bani Israil yang disesatkan di gurun sahara selama 40 tahun dengan manna dan salwa, namun Bani Israil malah ingin makan kacang adas atau lentil selama masa 40 tahun tersebut.

Lalu bagaimana dengan adas yang dikenal di Indonesia? Adas yang dikenal masyarakat Indonesia ada dua, yaitu adas pedas (Foeniculim vulgare) dan adas manis (Pimpinella anisum). Adas pedas dan adas manis telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Minyak adas yang dikandung biji adas pedas menjadi salah satu komponen minyak telon.

Sementara adas manis memiliki rasa yang sedikit manis dengan aroma yang sangat khas. Tak heran jiga adas manis sering digunakan sebagai bumbu penyedap pada beberapa jenis masakan. Sedangkan di Turki adas manis digunakan sebagai campuran pada minuman beralkohol yang bernama Raki.

Minyak esensial dari adas manis bisa digunakan untuk merawat penyakit kulit seperti kudis dan kurap. Sebagai aroma terapi, minyak adas manis dapat dipergunakan untuk mengobati insomnia, flu dan pilek.

Sudah tahu kan bedanya kacang adas, adas dan adas manis? So, jangan salah mengerti ya? Alih-alih ingin jadikan kacang adas sebagai makanan pokok, malah adas pedas yang nanti dimakan. (joko/tabloidbekam/berbagai sumber).

Bagi yang memesan tabloid bekam edisi apapun, silahkan kirim email ke [email protected]

tabloidbekam1

Thibbun Nabawi Terbaru

blog comments powered by Disqus