Tanggapan Jawaban "Ustadz Menjawab" Soal Hipnotis
Assalamualaikum wr. wb.
Terima kasih pada Era Muslim yang telah bersedia memuat tulisan ini.
Saya baru saja membaca jawaban Ustadz Menjawab tentang pertanyaan soal hipnotis. Dikatakan bahwa hipnotis itu haram, karena dalam penjelasannya Ustadz mengatakan bahwa hipnotis adalah sebuah cabang dari ilmu perdukunan.
Saya ingin mengklarifkasi, sebagai seorang praktisi hipnosis, bahwa jawaban tersebut salah kaprah. Ilmu hipnosis adalah pure science, dan jauh dari ilmu perdukunan. Ilmu ini sudah menjadi bahan kajian di dunia psikologi dan kedokteran sejak puluhan tahun lalu, dan sudah diakui oleh berbagai asosiasi medis dan psikologi sebagai salah satu metode terapi yang efektif.
Sementara itu, tidak bisa dipungkiri bahwa hipnosis memang cenderung dilabeli secara negatif akibat pertunjukan di media. Padahal, berbagai pertunjukan tersebut, meskipun memang memanfaatkan fenomena hipnosis, amat jauh dari gambaran yang sebenarnya tentang ilmu ini. Untuk lebih detil, silakan menyimak tulisan saya di link ini: http://indonesianlpsociety.org/?p=68.
Kondisi terhipnosis, atau yang biasa disebut dengan trance, adalah sebuah kondisi kesadaran saat gelombang otak mengalami perubahan aktivitas dari beta (kondisi kesadaran normal) ke alfa hingga delta. Nah, kondisi seperti ini terjadi hampir begitu sering dalam keseharian kita, yaitu saat kita sedang merasakan kondisi sangat terfokus seperti membaca, menonton, merenung, bersantai, termasuk saat khusyuk beribadah. Maka dari itu, sebenarnya istilah hipnosis, yang berarti tidur, memang sebenarnya sudah tidak relevan lagi, karena orang yang dihipnosis tidak harus dalam kondisi tidur. Hanya karena istilah ini sudah begitu populer maka memang masih terus digunakan.
Dalam praktiknya, tidaklah benar bahwa dalam kondisi hipnosis seseorang merelakan dirinya atau pikirannya dikendalikan oleh orang lain. Sebab, telah jamak diketahui bahwa 'every hypnosis is self hypnosis'. Orang yang dihipnosis sebenarnya memang memberikan izin untuk dihipnosis, alias dia menghipnosis dirinya sendiri dengan bantuan seorang praktisi hipnosis. Maka kejadian yang ada di pertunjukan sejatinya sudah disetting untuk sebuah pertunjukan.
Demikianlah secuplik penjelasan dari kami. Semata2 agar Era Muslim sebagai media rujukan umat dapat menginformasikan berbagai hal yang akurat dari ahlinya.
Wassalamualaikum wr. wb.
Teddi Prasetya Yuliawan
Tanggapan Redaksi
Wa'alaikumussalam wr. wb.
Terima kasih atas tanggapan dan penjelasannya. Hal ini akan kami perdalam lagi hal-hal seputar masalah hipnotis.
redaksi
Lainnya (Arsip)
- Ilusi Sekularisme Membasmi Korupsi
Rabu, 09/12/2009 08:03 WIB - Selamatkan Indonesia dari AIDS dan Seks Bebas
Rabu, 02/12/2009 13:19 WIB - Pelarangan Jilbab di SMKN 1 Komodo
Selasa, 24/11/2009 14:47 WIB - Peduli Muslim Palestina
Selasa, 24/11/2009 11:28 WIB - Respon atas Fatwa/Himbauan MUI terhadap Isu Kontemporer
Senin, 23/11/2009 08:00 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




