Hukum Ayam Impor dari Eropa Berlabel Halal

Selasa, 04/05/2010 14:37 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

ass.wr.wb.

ustadzanahidup di negara arab,kebanyakan ayam yang tersedia di pasaran adalah ayam import dari eropa,brazil,prancis dll,meski ada juga yang dari arab teluk tapi berjumlah sedikit dan lebih mahal,pertanyaan ana ,bagaimana kekuatan status kehalalan ayam import dari eropa meski berlabel halal?

Tohir

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Pada dasarnya daging-daging yang diimport dari negara-negara Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) boleh atau halal dimakan oleh kaum muslimin jika memenuhi tiga persyaratan berikut :

1. Orang yang melakukan penyembelihan hewan-hewan tersebut termasuk dalam golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), berdasarkan firman Allah swt

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ


Artinya : “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al Maidah : 5)

2. Si penyembelih tidak melakukan penyembelihannya atas nama selain Allah

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ


Artinya : ‘”Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maidah : 3)

3. Penyembelihan dilakukan dengan cara penyembelihan yang sesuai syariat, yaitu dengan cara dzabh (memutus urat leher dan tenggorokan) pada sapi, kambing dan burung dan sedangkan pada onta dengan cara nahr yaitu menusuk pada libbah (tempat bergantungnya kalung pada leher)

Jika salah satu persyaratan dari ketiganya tidak terpenuhi maka daging-daging yang diimport dari negeri-negeri Ahli Kitab itu tidaklah boleh dikonsumsi (haram) oleh kaum muslimin.

Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa daging-daging yang diimport dari negeri yang penduduknya adalah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah halal. Beliau mendasarkan pendapatnya pada sabda Rasulullah didalam “Shahih al Bukhori” bahwa telah datang satu kaum menemui Rasul saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada satu kaum yang mendatangi kami dengan membawa daging yang tidak kami ketahui apakah mereka menyebut nama Allah atau tidak?” Beliau saw bersabda,”Kalian sebutlah nama Allah dan makanlah.” Di sini Rasulullah tidak mengatakan,”Tanyalah oleh kalian kepada mereka, apakah mereka menyebut nama Allah atau tidak (saat menyembelihnya)?”

Dan ketika beliau ditanya,”Bahwa sebagian dari daging-daging itu berlebel “Disembelih dengan Cara-Cara Islami” lalu beliau menjawab,” beliau mengatakan bahwa hal itu tidaklah begitu diperlukan, akan tetapi lahiriyahnya adalah bahwa mereka menuliskan “Disembelih dengan Cara-Cara Islami” karena mereka memberikan perlakuan yang berbeda antara sesuatu yang akan diimport ke negara Saudi dengan negara-negara lainnya dan mereka mengetahui bahwa para penduduknya memegang teguh ajaran islam sehingga mereka memperlakukan hal tersebut. (Liqoat al Bab al Maftuh juz VI hal 207)

Begitu pula terhadap daging-daging yang diimport dari negara-negara Ahli Kitab ke negeri-negeri islam maka jika sudah terdapat lebel “halal” atau “Disembelih dengan Cara-Cara Sesuai Syariat Islam” terlebih lagi jika lebel itu dikeluarkan dari Lembaga Resmi Ulama Muslim Pengawas Kehalalan Makanan baik yang berada di negeri pengekspor atau negeri yang diimport maka dibolehkan bagi setiap muslim untuk bersandar dengan tulisan tersebut dan memakannya karena pada dasarnya boleh memakan daging sembelihan ahli kitab kecuali jika tidak memenuhi tiga persyaratan diatas, berdasarkan firman Allah swt :

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ


Artinya : “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al Maidah : 5)

Akan tetapi jika ternyata dirinya mengetahui dan mendapatkan bukti-bukti bahwa lebel “halal” itu palsu atau hanyalah tipu daya musuh-musuh islam, seperti : ternyata daging tersebut adalah daging babi, atau tidak disembelih dengan cara-cara yang sesuai syariat maka haram baginya mengkonsumsi daging-daging itu.

Wallahu A’lam

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Ustadz Menjawab

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang