Belajar Hukum dan Ideologi selain Islam

Senin, 01/02/2010 13:04 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya siswa salah satu sekolah di Lampung, dari berbagai buku dan artikel yang saya baca tentang hukum dan ideologi-ideologi selain Islam menyebutkan, bahwa berhukum dan menggunakan ideologi-ideologi selain Islam adalah haram, yang saya mau tanyakan adalah bagaimana hukumnya memepelajari hukum dan ideologi tersebut?

lukmanul hakim

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Lukmanul Hakim yang dimuliakan Allah

Pada dasarnya mempelajari sesuatu yang membawa kemudharatan, kesesatan atau hal-hal yang diharamkan oleh islam adalah haram sebagai sebuah tindakan preventif agar kaum muslimin tidak terjatuh kedalam perbuatan tersebut baik bagi diri yang mempelajarinya atau bagi kaum muslim lainnya.

Akan tetapi sebagaimana diketahui bahwa di dalam kehidupan ini selain kebaikan juga banyak terdapat keburukan, selain berbagai petunjuk juga banyak jebakan kesesatan yang tentunya keduanya haruslah diketahui secara baik oleh seorang muslim. Mereka harus mengetahui kebaikan agar mendapatkan petunjuk menuju jalan-Nya dan mereka pun harus mengetahui keburukan agar mereka tidak terjatuh didalam kesesatannya.

Sebagaimana didalam Al Qur’an Allah swt telah menerangkan berbagai kebaikan agar diikuti oleh hamba-hamba-Nya dan juga menerangkan berbagai keburukan untuk dihindari dan dijauhkan.

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٥٣﴾

Artinya : "Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS. Al An’am : 153)

Apa itu "jalan yang lurus" dan apa saja yang termasuk "jalan-jalan yang lain" ? tentunya setiap muslim haruslah mengetahuinya secara baik. Di sinilah diperlukan orang-oang ahli ilmu yang telah mengetahui dan mempelajari kedua permasalahan tersebut untuk memberitahukannya kepada mereka (umat).

Termasuk yang perlu dipelajari adalah berbagai hukum, UU dan ideologi-ideologi menyimpang yang bertentangan dengan islam. Akan tetapi hal ini tidaklah dibebankan kepada setiap muslim tanpa melihat basic keimanan dan aqidah yang ada didalam diri mereka atau maksud dan tujuan dari mempelajarinya.

Hendaklah orang-orang muslim yang mempelajari hal-hal itu adalah mereka yang telah memiliki dasar-dasar akidah yang baik dan memahami secara baik tentang ideologi, hukum dan perundang-undangan islam sehingga dirinya tidak akan bisa terpengaruhi apalagi terbawa oleh apa-apa yang dipelajarinya itu. Atau mereka yang mempelajarinya adalah adalah orang-orang yang berniat untuk membantah berbagai kebatilan yang ada didalamnya, menerangkan berbagai kebatilan tersebut kepada umat agar umat tersadarkan dan menjadi lebih bangga kepada ajaran islam. Dan mereka juga bukanlah orang-orang yang berniat mengukuhkan atau menerapkan ideologi, hukum atau undang-undang yang bertentangan dengan islam itu di tengah-tengah masyarakat islam.

Didalam hadits Hudzaifah bin al Yaman disebutkan dirinya berkata,"Manusia bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebaikan sedangkan saya bertanya kepadanya saw tentang keburukan karena khawatir aku akan terjatuh didalamnya." (Muttafaq Alaih)

Tentang hal ini terdapat fatwa dari al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ yang menyebutkan bahwa tidak boleh mempelajari undang-undang buatan manusia untuk diterapkan selama ia bertentangan dengan syariat Allah. diperbolehkan menelaah dan mempelajarinya untuk menerangkan berbagai penyimpangan yang ada didalamnya dari kebenaran dan untuk menerangkan berbagai keadilan, keistiqomahan dan kelayakan yang ada didalam islam yang menjadi keperluan dan kebutuhan untuk kemaslahatan manusia.

Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim mempelajari berbagai filsafat dan undang-undang buatan manusia ataupun yang sejenisnya apabila dirinya tidak memiliki kemampuan untuk memisahkan antara hal-hal yang benar dari yang batil khawatir akan terjadi fitnah dan penyimpangan dari jalan yang lurus. Dan dibolehkan bagi mereka yang ingin mencerna dan menguatkan pemahamannya setelah dirinya mempelajari al Qur’an dan Sunnah agar bisa memisahkan keburukannya dari kebaikannya, meneguhkan yang hak dan membatalkan yang batil selama dirinya tidak disibukkan dengannya melebihi apa-apa yang diwajibakan syariat atas dirinya.

Karena itu tidak diperbolehkan mengeneralisir pengajaran itu semua kepada setiap level (jenjang) pendidikan akan tetapi hanya kepada orang-orang tertentu yang telah memiliki keahlian agar kelak mereka bisa menegakkan kewajiban islaminya berupa memenangkan kebenaran dan menyanggah kebatlan."

Wallahu A’lam

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Ustadz Menjawab

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang