free hit counters
 

Hersubeno Arief: Prabowo Bikin Timses dan Pendukungnya Frustrasi

Redaksi – Selasa, 12 Jumadil Akhir 1440 H / 19 Februari 2019 06:00 WIB

Pada debat pertama cawapres Sandiaga Uno mengaku sudah menyiapkan pertanyaan yang menohok untuk Jokowi. Yakni soal penanganan kasus penyidik KPK Novel Baswedan.  Hampir dua tahun berlalu, kasus itu belum juga terungkap.

Isu ini sangat ditakuti Jokowi. Janjinya untuk menuntaskan kasus tersebut tak kunjung terpenuhi. Hanya sepekan sebelum pelaksanaan debat pertama, tiba-tiba Mabes Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel.



Diduga keras pembentukan tim gabungan itu untuk menyelamatkan Jokowi. Topik debat pertama antara lain penegakan hukum.  “Terus terang sudah ada dalam note saya, tapi Pak Prabowo bilang jangan,” tutur Sandi.

Sebaliknya Jokowi menyerang Prabowo dengan pertanyaan soal adanya mantan napi koruptor (napikor) yang menjadi caleg Gerindra. Jokowi sendiri menentang keputusan KPU itu. Menurutnya menjadi caleg adalah hak semua warga negara. Sangat aneh ketika dia nekat menyampaikan pertanyaan itu ke Prabowo.

Ironisnya data Jokowi juga salah. Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra tidak pernah menandatangani pencalegan eks napikor. Sebab caleg napikor Gerindra berada di DPRD I dan II. Yang menandatangani pencalegan adalah ketua DPD masing-masing. Di partai pendukung Jokowi juga terdapat banyak caleg eks napikor.

Dalam debat kedua Jokowi kembali menyerang Prabowo secara pribadi. Dia mempertanyakan kepemilikan tanah Prabowo yang sangat luas di Kaltim dan Aceh. Serangan Jokowi salah alamat, karena Prabowo tidak memiliki lahan tersebut. Dia hanya mendapat konsesi sebagai Hak Guna Usaha (HGU).

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Analisa Terbaru

blog comments powered by Disqus