free hit counters
 

Prabowo Itu Pemimpin

Redaksi – Selasa, 4 Rajab 1440 H / 12 Maret 2019 08:00 WIB

Harun Al Rasyid dan Umar Bin Abdul Azis, dua pemimpin besar, jauh setelah para Khulafaurrasyidin di atas, mencatat dalam sejarah peradaban Islam sebagai pemimpin dengan kaliber hebat. Ilmu pengetahuan berkembang begitu pesat, berkat sentuhan cerdas dan bernas Harun Alrashid. Intanbul, nama  pengganti atas Konstantinopel, tumbuh menjadi kota hebat, dengan rakyat yang sejahtera berkat ketepatan mengenali masalah substansial, dengan sentuhan ketulusan dan keihlasan, yang tak tertandingi pada zamannya, oleh Umar Bin Abdul Aziz memerintah negeri itu.

Alam Demokrasi



Demokrasi memang tidak digunakan menandai pemerintahan di atas, tetapi sejarah, seperti ditulis berbagai kalangan  tetap menempatkan kepemimpinan, pemimpin, sebagai poin utama penyelenggaraan pemerintahan. Malah demokrasi, meminta lebih pada pemimpin. Ini disebabkan demokrasi memungkinkan segala kekuatan, hitam dan putih, bertarung bersama  dalam, sebut saja, perebutan seluruh sumberdaya politik dan ekonomi, termasuk pada level tertentu, mengendalikan pembentukan kebijakan, tentu dengan cara mereka.

Bagaimana hukum dan ekonomi misalnya dibangun, dalam kenyataannya, betapapun membutuhkan legitimasi politik, tetapi cukup sering ditentukan diruang-ruang tertutup, oleh segelintir orang. Distorsi, jenis dan jangkauannya memiliki peluang terabsorbsi ke dalam kebijakan itu, kecuali bila pemimpin, karena kualitas dan kepekaan keadilan, mencegahnya. Itu yang dilakukan, misalnya oleh George Washington dalam menentukan sikap netralnya dalam perang Inggris-Perancis.

Itu juga yang diperlihatkan oleh Thomas Jefferson dalam menangani perompakan atas kapal-kapal dagang Amerika di Afrika. Jefferson adalah pria paling visioner dalam mengenal bahaya yang akan ditimbulkan bank sentral.

Yakin betapa Bank jenis ini akan membawa malapteka bagi bangsa dan rakyat Amerika, betapapun gagasan menghadirkan Bank ini didukung penuh oleh Alexander Hamilton, Menteri Keuangan pertama dalam pemerintahan presidensial Amerika, Jeffeson menolak kehadiran bank itu. Sikap Jefferson ini, ternyata bergema, lebih keras dalam pemerintahan Andrew Jackson.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

Analisa Terbaru

blog comments powered by Disqus