free hit counters
 

Siapa Pemenang Pilpres 2019?

Redaksi – Sabtu, 2 Jumadil Akhir 1440 H / 9 Februari 2019 14:00 WIB

Boleh jadi Anda mengatakan pemenang Pilpres 2019 adalah seorang yang maha kuat, dengan segala potensi dirinya bisa meraih simpati untuk dipilih. Namun, bukan soal siapa yang paling mungkin menebar jangkar kampanye ke setiap pelosok nusantara, tapi lebih ditentukan oleh tangan ajaib demokrasi. Demokrasi modern tetap berada dalam jaring laba-laba, karena adanya pemilih yang terbilang misterius.

Ramalan dengan penyedap angka survai pernah tidak berdaya kala suara mengambang menentukan pilihan pada detik terakhir. Kutukan atas mesin pemenangan sepertinya tidak bakal terhindarkan, mengingat suara mengambang itu akan tetap sulit untuk diarahkan. Rebutan suara mengambang punya daya pikat paling kuat bagi siapa saja yang berharap menang.

Terdengar dari sudut kamar para pengamat, suara mengambang itu akan berlabuh pada siapa saja yang bisa memanfaatkan momentun detik-detik terakhir. Yang bisa memainkan bola lambung sebelum wasit meniup pluit tanda berakhir pertandingan, akan mendapat berkah dari suara mengambang. Umpan lambung itu boleh jadi dimainkan dengan pola menyerang dengan menyertakan penjaga gawang, hingga lahir serangan balik yang mematikan. Atau lahir dari atraksi kuda hitam yang mengecoh pemain terdekat penjaga gawang.

Saya melihat sampai detik ini pola umpan lambung masih ada di saku pelatih di pinggir lapangan. Para pemain masih menggunakan yang standar, bisa formasi bertahan sampai lawan kelelahan hingga memungkinkan lahir goal bunuh diri. Atau menyerang tanpa jeda yang membuat pemain terus terbakar semangat untuk melahirkan goal.

Lepas dari itu, para penonton masih harap-harap cemas terkait siapa yang menjadi pemenang. Harapan itu membuat para penontom tetap setia sampai ujung permainan. Ada yang ceria dengan santun, ada juga yang melewati batas yang membuat dirinya harus keluar dari tribun. Menonton pilpres itu ternyata penuh tatak krama yang jika dilanggar bisa merenggut hak menonton pertandingan.

Jarak pencoblosan sekira dua bulan lagi membuat umpan lambung itu belum terlihat glagatnya untuk dihadirkan. Pola permainan juga belum bisa menarik emosi penonton untuk bersorak. Hanya suara biasa, bahkan ada yang bisik-bisik meramalkan pada saat mana umpan lambung akan lahir.

Pemenang Pilpres 2019 itu masih menjadi misteri sampai pengumuman resmi KPU. Bisa jadi patahana ataupun penantang, yang paling penting jangan sampai menggadaikan kesantunan dalam menerima kekelahan. Dan menyemburkan kesombongan kala kemenangan sudah diresmikan. Ada aturan main yang harus ditaati bersama.



Kita ini sedang belajar untuk berbeda pilihan dengan tetap sekuat tenaga berada dalam skema sama. Ini memang sulit tapi bukan barang mewah dengan syarat mengedapankan akal sehat dan berjiwa besar atas hasil akhir sebuah permainan.

Santai saja, karena menjadi presiden itu amanah berat dari jutaan rakyat Indonesia. Nikmati proses demokrasi ini dengam selalu mengedapankan kesadaran akan jalan terjal berdemokrasi. Sambil tetap bekerja untuk menyambut hidup lebih maju dan sejahtera. Selamat menonton.[***]

Oleh: Muhtar S. Syihabuddin

Peneliti senior RMPolitika

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3 4

Analisa Terbaru