Yury Krupnov: Russia Akan Kembali Ke Afghanistan!


Yury Krupnov, analis politik dan kepala gerakan Pembangunan dan Lembaga Demografi Rusia, berpendapat bahwa Afghanistan tengah berada dalam jurang keruntuhan yang sangat parah, dan negeri itu dikangkangi oleh berbagai kekuatan besar di dunia. Dia baru saja mengunjungi Afganistan, di mana dia bertemu para politisi terkemuka dan para ahli, baik dari pemerintah dan oposisi. Berikut ini adalah petikan wawancaranya dengan Russia Today.

Bagaimana kondisi Afghanistan saat ini?

Afganistan kini adalah sebuah bencana kemanusiaan. Lebih dari seperempat penduduknya dilanda kelaparan terus-menerus. 80 persen orang Afghan tidak memiliki pekerjaan, dan pendapatan rata-rata harian per kapita hanya $ 1 (sekitar Rp. 10.000—red).

Afghanistan sangat tidak stabil, karena sedang dipotong oleh kepentingan pemain utama dunia. Pemerintahnya melemah oleh korupsi dan kejahatan transnasional.

Apakah ini berarti bahwa operasi NATO di Afghanistan telah gagal?

Pertanyaannya adalah; apa sebenarnya tujuan NATO di Afghanistan? Sejauh ini tampak bahwa kehadiran NATO di negara ini sebenarnya hanya supaya organisasi ini dinyatakan ada gunanya dan tidak usang.

Mungkin, pasukan Soviet memiliki tujuan yang sama tiga puluh tahun yang lalu?

Salah besar jika membandingkan apa yang dilakukan oleh pasukan Soviet dulu dan apa yang dilakukan oleh NATO sekarang. Kehadiran Soviet di Afghanistan adalah untuk memberikan keamanan ekonomi, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kemanusiaan. Amerika Serikat dan NATO memerangi terorisme dan menciptakan sebuah jembatan geostrategik di perbatasan Iran, India, Cina dan Rusia.

Ketika itu, operasi Mujahiddin terhadap pasukan Soviet dengan murah hati didukung dan dibiayai oleh Amerika Serikat dan NATO, Cina dan sejumlah negara-negara Arab, termasuk Iran, Uni Emirat Arab dan Pakistan. Sekrang ini tidak ada negara yang akan bertarung dengan Amerika Serikat atau NATO, melalui oposisi Afghanistan. Jadi, ini adalah kasus yang mutlak berbeda.

Mengapa perang itu malah terjadi di Afghanistan?

Secara keseluruhan, Afghanistan telah menjadi sebuah lubang gelap global yang menghisap semua negara tetangganya. Ada Pakistan. Ada Cina. Ada Iran. Di sisi lain Amerika Serikat dan Cina menggunakannya sebagai instrumen untuk mempromosikan kepentingan mereka di wilayah ini. Jadi Pakistan telah menjadi tempat pementasan untuk bentrokan antara pemain global.

Banyak yang mengatakan bahwa ancaman utama Afghanistan adalah narkoba…..

Memang, itu adalah masalah dunia dan ancaman yang terus-menerus diremehkan. Setelah intrusi NATO di Afghanistan, produksi opium di negeri ini telah berkembang paling sedikit sampai 300 persen! Korban utama dari opium Afghanistan adalah Russia, di mana konsumsi heroin dan opium lainnya diekspor ke Russia lebih dari sepuluh di Eropa, apalagi Amerika Serikat.

Tapi NATO memutuskan untuk melawan produksi narkoba di Afghanistan. Apakah ada yang berubah?

Tidak, tidak ada yang berubah, karena tidak ada upaya yang serius. Sebenarnya tidak bisa, karena produksi opium di Afghanistan tidak menarik bagi Amerika Serikat dan NATO. Mereka tidak terpengaruh oleh masalah ini. Di sisi lain ada banyak mediator transnasional, yang mendapat keuntungan besar dari penjualan heroin dan berbagi keuntungan dengan orang-orang yang mengendalikan infrastruktur dan rezim polisi di Afghanistan dan sekitarnya. Orang-orang ini juga berada di belakang upaya untuk melegalkan penggunaan narkoba di seluruh dunia.

Apa yang bisa mengubah situasi itu?

Rusia harus mengambil posisi yang lebih aktif. Inilah yang kami katakan dalam laporan kami; "Jalan menuju perdamaian dan kerukunan di Afghanistan ditentukan oleh posisi Rusia". Rusia dapat dan harus menawarkan rencana komprehensif untuk pembangunan Afghanistan, sementara Amerika Serikat dan NATO mendapat dukungan dan sponsor. Tidak ada cara lain. Kita perlu koalisi yang kuat dari Russia, Amerika Serikat dan beberapa negara terkemuka lainnya di NATO—pertama-tama Jerman dan Italia. (sa/globalmagazine)