I'tikaf Dengan Kajian Tafsir Fii Dzilal dan Tazkiyyatunnufus


Menjelang akhir Ramadhan, yang dimulai Hari Senin/malam Selasa, tanggal 30 Agustus, KEM (Komunitas Eramuslim) akan mengakhiri Ramadhan tahun ini dengan I’tikaf, sebagai rangkaian akhir di bulan yang mulia ini. Tujuannya mendapatkan kemuliaan dari Allah Azza wa Jalla, menjelang akhir bulan Ramadhan (Lailatur Qadar)

KEM akan menyelenggarakan I’tikaf di dua tempat, yang insya Allah, pertama I’tikaf diselenggarakan di Masjid Muammar Gadhafi, Sentul, yang menjadi pusat kegiatan Majelis Dzikir Ad-Dzikra, yang dipimpin Ustad Arifin Ilham. I’tikaf di Masjid Muammar Gadhafi ini, diisi dengan kajian tentang Tazkiyyatunnufus oleh Ustad Fathuddin Ja’far.

Sementara di Masjid PLN Duren Tiga, Kalibata, juga akan berlangsung I’tikaf, terutama bagi yang bertempat tinggal di Jakarta Selatan, Barat, Pusat, dan Jakarta Timur, mengambil tempat di Masjid PLN ini, selanjutnya selama berlangsung I’tikaf akan diisi dengan kajian Tafsir Fii Dzilalil Qur’an, tafsir yang dikarang oleh Sayyid Qutb , dan akan disampaikan oleh Ustad Sigit Pranowo al hafiz. Selain kajian Tafsir Fii Dzilal, selanjutnya akan diisi dengan kajian lainnya, yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman terhadap Islam.

Kegiatan Iktikaf ini akan dimulai pada tanggal 30 Agusttus yang akan datang. Diharapkan para anggota KEM serta kaum muslimin yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk ikut dalam acara akhir Ramadhan ini, yang tujuannya untuk membangun ketaqwaan, dan menjadi hamba-hamba yang hanya berubudiyah kepada Allah semata.

Dengan meningkatnya taqarrub dan iman serta keluhuran akhlak kaum muslimin yang sekarang ini, menghadapi berbagai ‘mihnah’ dunia, yang penuh dengan kerusakan dan kedurhakaan, kiranya dapat kembali mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, dan kembali hidup dengan manhaj dan thariqah sesuai yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya berupa al-Qur’an dan al-Hadist.

Mari kita songsong kehidupan masa depan dengan hidup yang bersih dari segala bentuk perbuatan syirik, dan kita tinggalkan penghambaan terhadap sesama manusia. Kita hanya menyembah dan beribadah kepada Allah Rabbul Aziz. Tidak menggantungkan hidup kita kepada manusia, atau makhluk-makhluk lainnya. Wallahu’alam.