Dapat Ancaman dari Oknum Israel, Warga Palestina di Malaysia Akui Trauma

eramuslim.com – Seorang warga Palestina yang berdomisili di Malaysia mengaku masih trauma setelah mendapat ancaman dari beberapa oknum Israel yang mengancam keselamatannya.

Yousuf Abuasssi (28) bersama istri dan anaknya sebelumnya tinggal di sebuah rumah namun memutuskan untuk melapor ke polisi atas ancaman tersebut, dikutip dari laman sinardaily, Selasa (242024).

“Insya Allah saya akan membuat laporan ke Kepolisian Kerajaan Malaysia di Bukit Aman dan mereka juga sudah menghubungi saya untuk memberikan informasi mengenai hal tersebut,” kata Abuasssi.

“Sejauh ini saya satu-satunya yang mendapat ancaman seperti itu karena saya berani bersuara di media sosial tentang penderitaan warga Gaza,” ujarnya.

Aktivis Gaza itu mengatakan, dirinya sudah enam kali dihubungi oleh beberapa warga Israel karena sering mengunggah postingan tentang penindasan di negaranya.

Yousuf mengatakan bahwa dirinya dituduh dibayar oleh Hamas untuk membeberkan kebrutalan rezim Zionis melalui media sosial, sehingga platform Instagram dan TikTok miliknya diblokir.

Ditanya apakah dirinya sudah menghubungi pihak lain untuk meminta bantuan dan perlindungan, Yousuf mengatakan, sejauh ini ia belum melakukannya karena mengkhawatirkan keselamatan keluarga.

“Dua bulan lalu, saya dihubungi oleh seseorang yang menggunakan nomor Rusia, namun yang berbicara kepada saya adalah orang Melayu.”

“Dia menanyakan lokasi saya untuk mengumpulkan informasi, tapi istri saya tidak mengizinkannya. Saya memblokirnya setelah bilang sedang mencari saya,” ujarnya.

Baru-baru ini, media memberitakan bahwa polisi menangkap seorang pria Israel bersama enam senjata api dan 200 peluru di sebuah hotel di Jalan Ampang, Kuala Lumpur.

Usai Penangkapan WN Israel

Pria berusia 36 tahun itu diketahui masuk ke Malaysia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 12 Maret menggunakan paspor Prancis.

Sementara itu, Yousuf juga mengaku masih mengkhawatirkan keselamatan dirinya dan keluarganya pasca penangkapan WN Israel tersebut.

“Saya trauma karena merasa orang itu datang (ke Malaysia) untuk saya. Sekarang saya berhati-hati dan memastikan seluruh anggota keluarga saya aman,” ujarnya.

Di saat yang sama, ia juga berharap anggota keluarganya tidak menjadi sasaran ancaman.

“Kalau (targetnya) ke saya, saya tidak takut. Kalau saya mati, kami syahid. Kami ucapkan alhamdulillah, tapi istri dan anak saya tidak bersalah,” ujarnya.

 

(Sumber: Liputan6)

Beri Komentar