FSLDK Jogja “Menyambut” kedatangan SBY dengan Isu Palestina

Dilandasi rasa kemanusiaan dan hutang budi sejarah bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina, lembaga dakwah kampus (LDK) se-DIY yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Rabu (13/7) pagi menggelar Aksi Kemanusiaan untuk Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan Flytilla dan Freedom Flotilla II untuk membuka blokade Gaza. Masa aksi yang mayoritas aktivis dakwah kampus ini mulai berkumpul di bundaran UGM sejak pukul 07.30 WIB. Aksi yang dihadiri ratusan mahasiswa ini akan melakukan longmarch dimulai dari Bundaran UGM menuju Tugu Jogja.

Aksi diawali dengan pembacaan tilawah dan tausyiah singkat dari ketua LDK Jama’ah Shalahuddin UGM. Kemudian dilanjutkan orasi dari Muataghfiri Ramadhan yang merupakan Koordinator FSLDK DIY. Dia menjelaskan tentang latar belakang dilakukannya aksi kemanusiaan kali ini. Salah satunya adalah rasa prihatin atas gagalnya sementara bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla 2 yang akan berlayar menuju Gaza. Juga penahan yang dilakukan zionis yahudi kepada aktivis kemanusiaan internasional AirFlotilla atau Flytilla.

Hingga kini kapal-kapal yang tergabung dalam  misi Freedom Flotilla II masih ditahan di pelabuhan Yunani oleh otoritas pemerintahan Yunani. Selain itu aktivis internasional pro-Palestina yang tergabung dalam  Air Flotilla atau Flytilla minggu kemarin (10/7)  ditahan oleh zionis Yahudi. Para pejabat Zionis Yahudi sedikitnya telah menahan 120 aktifis yang merupakan bagian dari kampanye pro-Palestina "Selamat Datang ke Palestina" dan menyelenggarakan kampanye Flytilla terbang menuju bandara Ben Gurion Israel untuk mengunjungi rakyat Palestina di tepi barat.

Setelah berdo’a bersama-sama untuk kelancaran kegiatan, masa aksi bergerak menuju Tugu Jogja. Dalam perjalanan para mahasiswa membagikan artikel tentang Palestina dan juga melakukan penggalangan dana. Berbagai atribut dan foto2 kekejian zionis Yahudi ditunjukkan kepada masyarakat Yogayakarta. Aksi ini juga bertepatan dengan kedatangan SBY di Yogyakarta. Arif Nurhayanto (mahasiswa UGM) yang merupakan Koordinator BK Isu Dunia Islam FSLDK Indonesia kepada wartawan juga menyindir tentang pemerintahan SBY yang seakan tidak peduli dengan kondisi Palestina saat ini. Padahal Indonesia punya hutang budi sejarah kepada Palestina. Dia mengajak masyarakat Jogja untuk membuktikan bahwa kita peduli dengan rakyat Palestina. Sebagaimana rakyat Palestina yang juga peduli dengan mengirimkan bantuan kepada warga Yogyakarta saat erupsi gunung Merapi.

Aksi damai ini berpusat di Tugu Jogja. Ratusan mahasiswa mengelillingi Tugu Jogja dengan membawa berbagai atribut termasuk replika Kapal Mavi Marmara. Sebagian menyebar ke perempatan lampu merah untuk menggalang dana dan menyebarkan artikel. Perwakilan tiap-tiap LDK bergiliran melakukan orasi. Ikut meramaikan orasi juga Aqil Wilda Arief yang merupakan relawan Viva Palestina 5 yang pernah menembus Gaza pada tahun lalu.

Saat di Tugu Jogja, ada beberapa hal unik yang dilakukan masa aksi. Pertama, semua peserta aksi melempar Tugu Jogja dengan kertas sebagai simbol penentangan mereka terhadap keberadaan logo zionis Yahudi yaitu bintang David yang terukir di empat sisi Tugu. Kedua, peserta menggelar sebuah bendera Zionis di jalan dan peserta menginjak-injak bendera tersebut. Yang ketiga, di akhir kegiatan, dilepaskanlah dua ekor burung dari sebuah sangkar ke udara yang dibawa sejak awal aksi dari bunderan UGM. Dua burung di dalam sangkar tersebut digambarkan sebagai kondisi warga Palestina khususnya Gaza yang saat ini diblokade baik dari darat, laut dan udara oleh Zionis Yahudi. Dengan dilepaskannya burung ini diharapkan Gaza juga segera terbebas dari blockade. Sehingga dapat hidup bebas layaknya burung tadi yang bebas terbang kemanapun dia mau.

Aksi ditutup dengan pembacaan perntayaan sikap oleh Koordinator FSLDK DIY Mustaghfiri Ramadhan dan diakdiri dengan Do’a. Dalam aksi ini juga berhasil dikumpulkan donasi dari masyarakat sebesar Rp 1.558.000.

FSLDK UGM
[email protected]